Mahasiswa Undip Diduga Dikeroyok 30 Teman dan Seniornya Hingga Hidung Patah dan Gegar Otak

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Arnendo (20 tahun), mahasiswa Prodi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegeoro (Undip), diduga menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh sekitar 30 teman dan seniornya. Akibat kejadian tersebut, dia mengalami sejumlah luka di sekujur tubuhnya. 

Arnendo, yang merupakan mahasiswa semester IV, kini telah didampingi kuasa hukum, yakni Zainal Petir. Lewat akun Instagram pribadinya @zainalpetir_ , Zainal mengunggah kondisi fisik Arnendo. Dalam video tersebut tampak terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh Arnendo, termasuk luka bekas sundutan rokok. 

Zainal mengungkapkan, luka yang dialami Arnendo antara lain patah tulang hidung, gegar otak, dan gangguan pada syaraf mata kiri. Dia mengatakan, peristiwa dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami Arnendo terjadi pada 15 November 2025.

Saat itu, Arnendo diajak seorang temannya bernama Adyan ke sebuah kos-kosan di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, untuk membahas penyelenggaraan acara musik kampus. Arnendo datang ke kos-kosan yang dimaksud pada malam hari.

Menurut Zainal, setibanya di sana, Arnendo sudah melihat banyak orang berkumpul di halaman kos. Pada momen itu, mereka kemudian segera memaksa Arnendo mengaku melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi berinisial U. 

Namun Arnendo membantah tuduhan tersebut. Aksi pelecehan yang dimaksud adalah soal perbuatan Arnendo memegang dan menarik tangan U. Arnendo mengeklaim, saat menarik tangan U, dia tak berniat melecehkan. Arnendo hanya hendak mengajaknya ke warung makan.

"Jadi tidak ada pelecehan, wong nggandeng tangan Uca di kampus kondisi cukup ramai. Korban tidak sendirian tapi bersama Wiryawan. Kejadian sebenarnya itu bukan pelecehan tapi diperkirakan salah satu pelaku suka dengan Uca," kata Zainal Petir dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026). 

Sekitar pukul 23:00 WIB, M (mahasiswa Antropologi Sosial semester VI) mulai memukuli Arnendo. "Setelah itu, mahasiswa yang ada disana yang jumlahnya sekitar 30 orang mulai mengelilingi korban, mencekam pokoknya. Mereka menendang, memukul, secara bergantian. Baju dilepas, jaket, celana jins, dan sabuk juga dilepas," ucap Zainal.

Read Entire Article
Food |