REPUBLIKA.CO.ID, Hasan al-Bashri ulama besar dari Bashrah, menjadi perantara hidayah bagi tetangganya yang selama puluhan tahun menyembah api, hingga akhirnya memeluk Islam di ambang ajal dan menutup hidupnya dalam cahaya iman.
Dikisahkan, Hasan dari Bashrah memiliki seorang tetangga bernama Simeon yang penyembah api. Suatu hari Simeon jatuh sakit dan ajalnya hampir tiba. Para sahabat meminta agar Hasan berkenan mengunjunginya. Akhirnya Hasan pun pergi menjenguk Simeon yang terbaring di atas tempat tidur, dengan tubuh yang telah kelam akibat api dan asap.
"Takutlah kepada Allah. Engkau telah menyia-nyiakan seluruh usiamu di tengah-tengah api dan asap," kata Hasan kepada Simeon.
Simeon menjawab, "Ada tiga hal yang telah mencegahku untuk menjadi seorang Muslim. Pertama, kenyataan bahwa walaupun kalian membenci keduniawian, siang dan malam kalian tetap mengejar harta kekayaan. Kedua, kalian mengatakan bahwa kematian adalah suatu kenyataan yang pasti, namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Ketiga, kalian mengatakan bahwa wajah Allah kelak akan terlihat, namun hingga kini kalian masih melakukan segala sesuatu yang tidak diridhai-Nya.”
Hasan menjawab pernyataan Simeon, "Inilah ucapan manusia yang sungguh-sungguh mengetahui. Namun jika orang-orang Muslim berbuat seperti yang engkau katakan, apa yang hendak engkau sampaikan? Mereka mengakui keesaan Allah, sedangkan engkau telah menyembah api selama 70 tahun, dan aku tidak pernah berbuat seperti itu."
Hasan menambahkan, "Jika kita sama-sama terseret ke dalam neraka, api neraka akan membakar dirimu dan diriku. Tetapi jika Allah mengizinkan, api tidak akan berani menghanguskan sehelai rambut pun di tubuhku. Sebab api adalah ciptaan Allah, dan seluruh ciptaan tunduk kepada perintah-Nya."
Hasan berkata lagi kepada Simeon, "Walaupun engkau menyembah api selama 70 tahun, marilah kita bersama-sama memasukkan tangan kita ke dalam api agar engkau dapat menyaksikan sendiri betapa api itu sesungguhnya tidak berdaya dan betapa Allah Maha Kuasa.”
Hasan memasukkan tangannya ke dalam api. Namun sedikit pun tidak cedera atau terbakar.Menyaksikan hal tersebut, Simeon terheran-heran. Cahaya pengetahuan pun mulai terbit dalam hati Simeon.
“Selama 70 tahun aku telah menyembah api,” Simeon mengeluh di depan Hasan yang tidak terbakar api.

1 day ago
6













































