REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan Amerika ke Venezuela hingga saat ini tidak ada alas an yang pasti. Presiden AS, Trump berkilah bahwa serangan terhadap Venezuela dilandasi persoalan perdagangan narkotika. Dibalik itu, ada cadangan minyak besar di perut bumi Negara Amerika Latin tersebut.
Data dari BP Statistical Review of World Energy Report menunjukan bahwa Venezuela masih menyimpan 303 miliar barel minyak mentah. Jumlah ini, seperlima dari total cadangan minyak mentah secara global.
Dilansir dari Reuters, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dilaporkan telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut menyusul serangan besar AS ke Caracas. Kejatuhan rezim sosialis Maduro membuka ketidakpastian baru, terutama terkait masa depan industri minyak nasional yang selama ini terpuruk akibat sanksi internasional dan minim investasi.
Data U.S. Energy Information Administration menunjukkan, meski memiliki cadangan raksasa, produksi minyak Venezuela saat ini hanya sekitar 1 juta barel per hari, atau kurang dari 1 persen produksi minyak global. Angka ini merosot tajam dibandingkan produksi sebelum 2013 yang mencapai lebih dari 3 juta barel per hari.
Analis pasar energi senior Price Futures Group, Phil Flynn, menilai peristiwa ini berpotensi menjadi momen bersejarah bagi pasar minyak. Menurutnya, selama lebih dari satu dekade industri minyak Venezuela mengalami kerusakan sistemik akibat kebijakan nasionalisasi, kurangnya perawatan, serta eksodus perusahaan minyak internasional.
Meski demikian, nilai strategis Venezuela terletak pada jenis minyaknya. Minyak Venezuela termasuk kategori heavy sour crude, yang sangat dibutuhkan untuk memproduksi solar, aspal, dan bahan bakar industri. Banyak kilang minyak di Amerika Serikat justru dirancang untuk mengolah minyak berat asal Venezuela, sehingga lebih efisien dibandingkan menggunakan minyak ringan produksi domestik AS.
Jika pemerintahan baru Venezuela membuka kembali akses bagi perusahaan minyak internasional, termasuk perusahaan AS, potensi kebangkitan produksi Venezuela dinilai bisa menjadi “game changer” bagi pasar energi global. Selain menekan harga energi, langkah ini juga berpotensi memperbaiki pasokan solar dunia yang saat ini masih ketat.

1 week ago
12











































