Layanan kesehatan gigi (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Persaingan layanan kesehatan gigi mendorong pelaku industri mengubah model bisnis dari klinik konvensional menuju layanan berbasis teknologi digital. Digitalisasi dinilai menjadi strategi utama untuk memperluas basis pasien, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus menjawab rendahnya kunjungan rutin masyarakat ke dokter gigi.
Transformasi tersebut seperti yang dilakukan FDC Dental Clinic yang mengembangkan ekosistem layanan kesehatan gigi berbasis aplikasi digital dengan jumlah pengguna telah melampaui 1,5 juta orang di Indonesia.
Founder & CEO FDC Ita Lestari mengatakan, pengembangan teknologi dilakukan untuk menjawab hambatan utama masyarakat dalam mengakses layanan dokter gigi, mulai dari rasa takut, persepsi biaya mahal, hingga proses pelayanan yang dinilai memakan waktu.
Menurut Ita, transformasi digital tersebut mendorong perubahan posisi perusahaan dari klinik konvensional menjadi perusahaan berbasis teknologi. “Dulu kami adalah klinik gigi yang memiliki tim IT. Sekarang kami bertransformasi menjadi perusahaan teknologi yang fokus pada layanan kesehatan gigi,” kata Ita dalam siaran pers, Sabtu (10/5/2026).
Chief Technology Officer FDC M. Reza Avesena menjelaskan, pengembangan aplikasi dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan pasien. Saat ini FDC melayani lebih dari 60 ribu reservasi setiap bulan atau rata-rata lebih dari 2.000 pasien per hari. Sebelum digitalisasi diterapkan, reservasi manual melalui pesan atau chat kerap menimbulkan antrean panjang meski ditangani dalam beberapa shift layanan pelanggan.
Salah satu dokter gigi FDC, Irvanda Mulyaningsih mengatakan, digitalisasi membuat proses reservasi yang sebelumnya membutuhkan waktu rata-rata sekitar 30 menit, kini dapat dilakukan hanya dalam sekitar 15–20 detik.
"Pelanggan dapat memilih cabang klinik terdekat, menentukan jadwal dan dokter gigi, hingga memperoleh informasi layanan dan estimasi biaya langsung melalui ponsel.”
Di tengah masih rendahnya kunjungan rutin masyarakat ke dokter gigi, pemanfaatan teknologi dinilai membuka peluang memperluas akses layanan kesehatan gigi secara nasional.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI dan Survei Kesehatan Indonesia, tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gigi rutin masih tergolong rendah dibanding jumlah populasi.

8 hours ago
3










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447649/original/009619000_1765960341-pexels-qjpioneer-5652188.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210295/original/020455400_1746503932-cef51a0b-171c-465c-b961-0b620c5bafe2.jpg)
