REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penunjukan Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono sebagai deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung menuai sorotan. Hal itu karena latar belakang Thomas yang dianggap sebagian kalangan, minim pengalaman moneter.
Berstatus keponakan Presiden RI Prabowo Subianto, Thomas merespons kritik tersebut dengan menegaskan kapasitasnya tidak semata ditentukan oleh label fiskal atau moneter. Menurut wakil menteri keuangan (wamenkeu) itu, bukan kali pertama, ia diragukan sejumlah pihak.
"Mengenai rekam jejak, dulu saat masuk Kemenkeu saya juga dibilang tidak punya pengalaman fiskal," kata Thomas dalam Taklimat Media di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Thomas menilai, kritik serupa kerap muncul setiap kali ia berpindah peran, termasuk saat beralih dari sektor swasta ke pemerintahan. Namun, menurut dia, justru kemampuan lintas sektor menjadi nilai tambah dalam kerja kolektif Dewan Gubernur BI.
"Saya punya kapabilitas lain yang melengkapi. Saya akan bekerja sama dengan Dewan Gubernur lainnya," ucap mantan bendara umum DPP Partai Gerindra tersebut.
Thomas menjelaskan latar belakang pendidikannya di Amerika Serikat (AS) dengan menempuh jurusan hubungan internasional (HI) yang tidak terpisahkan dari kajian ekonomi dan moneter. "Meskipun gelar saya di hubungan internasional (Johns Hopkins SAIS), kurikulumnya 50 persen adalah ekonomi internasional dan moneter," jelas Thomas.
Putra gubernur BI periode 1993-1998 Sudrajad Djiwandono itu juga mencontohkan, sejumlah tokoh global yang memiliki latar pendidikan serupa, namun berkiprah di bidang kebijakan ekonomi dan keuangan. "Tim Geithner (mantan menkeu AS) juga lulusan sana," ujar Thomas.
Selain latar akademik, Thomas menekankan, pengalaman praktisnya selama ini bergerak di sektor keuangan dan pemerintahan. Dia mengaku, pernah bekerja di lembaga keuangan swasta serta selama 1,5 tahun terakhir mengurusi pembiayaan dan investasi negara di Kementerian Keuangan.
"Saya juga punya pengalaman di lembaga keuangan swasta dan 1,5 tahun mengurusi pembiayaan serta investasi di Kemenkeu. Jadi secara praktis, saya sangat paham pasar," kata Thomas.

7 hours ago
5




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327442/original/074400200_1756181216-saus_dimsum.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5152422/original/035586500_1741248417-pexels-arief-setiawan-10066715.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5216300/original/079062600_1746950447-a7f30be3-5eb9-4444-9d40-752ae5318cb0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368914/original/007484600_1759398264-br.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376540/original/089405700_1760007517-crio_new_menu-0293e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275054/original/013394900_1751863195-powell-rasull-7YFfGE26kbs-unsplash.jpg)