Dosen UBSI Dipercaya Kemenkop RI Ajarkan Digitalisasi SIMKOPDES bagi Manajer Koperasi

5 days ago 46

Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal, Dzulchan Abror, dipercaya oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) untuk menjadi pengajar dalam program Peningkatan Kompetensi SDM Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal, Dzulchan Abror, dipercaya oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) untuk menjadi pengajar dalam program Peningkatan Kompetensi SDM Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pelatihan tatap muka ini berlangsung pada 17-27 Juli 2026 di PUSDIKTOP-SATDIKBA-TA-K-03, Kota Solo.

Keterlibatan akademisi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola koperasi desa agar makin terintegrasi dengan teknologi. Dalam pelatihan tersebut, Dzulchan Abror mengampu Modul X: Digitalisasi pada SIMKOPDES dan KDKMP Kemenkop & Agrinas Pangan Nusantara. Materi ini disampaikan sebanyak 12 Jam Pelajaran (JP) yang terbagi dalam dua kelas.

Pelatihan ini berfokus pada pengoperasian Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES) secara optimal. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung efisiensi operasional sekaligus meningkatkan keterbukaan manajemen koperasi di tingkat lokal.

"Melalui pembekalan tersebut, para calon manajer koperasi desa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memanfaatkan sistem yang dikembangkan Kemenkop dan Agrinas Pangan Nusantara. Digitalisasi diharapkan dapat membantu meningkatkan tata kelola operasional sekaligus mendukung transparansi pengelolaan koperasi," kata Dzulchan, dalam keterangan rilis, Selasa (8/9).

Atas kontribusinya dalam program nasional ini, Dzulchan Abror menerima Sertifikat Pengajar Nomor SF/2026/000700 dari Kemenkop RI. Sertifikat tersebut ditandatangani langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari.

Keterlibatan aktif dosen UBSI dalam program ini membuktikan bahwa kompetensi akademik mampu memberikan kontribusi langsung di luar ruang kuliah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat modernisasi tata kelola ekonomi desa menuju ekosistem digital yang tangguh dan transparan.

Read Entire Article
Food |