Drama Babak Gugur Piala Afrika 2025: Senegal Comeback untuk Lolos, Mali Melangkah Lewat Adu Penalti

1 week ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dua kekuatan Afrika Barat, Senegal dan Mali, memastikan langkah ke babak perempat final Piala Afrika 2025. Keduanya melaju dengan cerita berbeda, satu lewat kebangkitan meyakinkan, satu lagi melalui ujian mental yang menguras emosi hingga titik akhir.

Senegal tampil sebagai tim pertama yang mengamankan tiket delapan besar setelah menundukkan Sudan 3-1 di Grande Stade Tangier, Ahad (5/1/2025) dini hari WIB. Kemenangan ini tidak datang dengan mudah, sebab Singa Teranga sempat dikejutkan oleh gol cepat lawan.

Sudan membuka keunggulan saat laga baru berjalan enam menit. Aamir Abdallah memotong pertahanan Senegal dan melepaskan sepakan kaki kiri melengkung yang tak mampu dijangkau Edouard Mendy. Gol tersebut sempat mengguncang ritme permainan Senegal.

Namun, ketenangan menjadi pembeda. Senegal perlahan mengambil alih kendali permainan dan menyamakan kedudukan pada menit ke-24. Sadio Mane merebut bola di lini tengah sebelum mengirimkan umpan matang kepada Pape Gueye, yang menuntaskan peluang dengan sepakan terukur.

Menjelang turun minum, Senegal berbalik unggul. Pergerakan Ismaila Sarr membuka ruang, bola diteruskan Nicolas Jackson ke tepi kotak penalti, dan kembali diselesaikan Gueye untuk membawa Senegal memimpin 2-1 saat jeda.

Pada babak kedua, dominasi Senegal berbuah gol penutup. Pemain muda berusia 17 tahun, Ibrahima Mbaye, mencetak gol ketiga pada menit ke-77, sekaligus menorehkan namanya sebagai salah satu pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Afrika. Mane kembali menjadi kreator di balik gol tersebut.

Sementara itu, Mali melangkah ke perempat final melalui laga sarat ketegangan melawan Tunisia di Casablanca. Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-26 akibat kartu merah Woyo Coulibaly, Mali dipaksa bertahan dan mengandalkan kesabaran.

Tunisia sempat berada di ambang kemenangan setelah Firas Chaouat mencetak gol sundulan pada menit ke-88. Namun, harapan itu buyar pada injury time setelah handball Yassine Meriah berujung penalti untuk Mali. Lassine Sinayoko dengan tenang menyamakan skor pada menit ke-97.

Laga berlanjut hingga perpanjangan waktu. Tunisia sempat kembali menjebol gawang Mali, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Adu penalti pun menjadi penentu, dan kiper Mali Djigui Diarra tampil sebagai pahlawan lewat dua penyelamatan krusial untuk memastikan kemenangan 3-2.

Menariknya, Mali melaju ke perempat final tanpa satu pun kemenangan di waktu normal sepanjang turnamen. Namun, ketangguhan mental dan daya juang membawa mereka terus bertahan di tengah tekanan.

Hasil ini mempertemukan Senegal dan Mali di babak perempat final. Duel sesama wakil Afrika Barat itu akan digelar di Tangier pada Jumat (9/1/2025). Senegal, sang juara Afrika 2021, akan menghadapi Mali yang dikenal liat dan sulit ditaklukkan, bahkan ketika berada dalam situasi paling genting.

Read Entire Article
Food |