ESDM Kirim 48 Genset untuk Fasilitas Kesehatan Terdampak Gempa NTT

3 hours ago 5

Petugas menggunakan eskavator untuk membersihkan jalan Trans Flores dari tanah longsoran tebing akibat gempa bumi 7,7 magnitudo di Desa Bray, Ende Utara, Kabupaten Ende, NTT, Sabtu (22/8/2026). Pembersihan tersebut dilakukan setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 sempat memutus akses utama antarkota di Pulau Flores sehingga menghambat mobilitas warga dan bantuan logistik untuk warga terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID,  BADUNG — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan 48 unit genset untuk menjaga layanan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Genset terutama akan digunakan untuk memasok listrik bagi puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan darurat yang beroperasi di tenda-tenda pengungsian.

"Kementerian ESDM kirim 48 genset untuk tenda-tenda puskesmas untuk pengobatan, dan mereka tidak ada genset," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Kamis (27/8/2026). Ia mengatakan dukungan energi dibutuhkan agar pelayanan kesehatan kepada korban gempa tidak terganggu akibat keterbatasan pasokan listrik.

Sebanyak 48 genset tersebut akan disalurkan ke tujuh kabupaten yang terdampak gempa. Kementerian ESDM bersama pelaku usaha di sektor energi dan sumber daya mineral juga telah mendirikan sekitar 30 posko tanggap darurat untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memastikan layanan dasar tetap berjalan selama masa tanggap darurat, terutama pelayanan kesehatan yang membutuhkan pasokan listrik untuk penerangan dan pengoperasian berbagai peralatan medis. Keberadaan genset juga menjadi penting karena sebagian pelayanan kesehatan dilakukan di fasilitas sementara setelah sejumlah bangunan terdampak gempa.

Bahlil menyampaikan kesiapan dukungan energi tersebut saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meninjau Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Dalam kunjungan itu, pemerintah meninjau langsung penanganan korban serta kebutuhan masyarakat yang masih berada dalam fase tanggap darurat.

Presiden Prabowo menyampaikan duka cita kepada keluarga korban gempa yang kehilangan anggota keluarganya. Presiden juga memastikan pemerintah terus memantau perkembangan penanganan bencana dan mengirimkan bantuan ke wilayah-wilayah terdampak.

"Saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya," kata Prabowo. Ia menegaskan pemerintah akan terus membantu masyarakat dalam penanganan darurat hingga proses pemulihan pascabencana.

Gempa utama bermagnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa berada di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 15 kilometer dan guncangannya dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT hingga wilayah lain di sekitarnya.

Dampak gempa meluas di tujuh kabupaten di Flores dan menyebabkan jumlah pengungsi melonjak. Data BNPB pada 22 Agustus mencatat sedikitnya 150.576 orang masih mengungsi, sementara 1.298 warga mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda-beda.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |