Presiden RI Prabowo Subianto ziarah ke makam kakek Margono Djojohadikusumo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah (Dinsos Jateng), Isriadi Widodo, menyangkal narasi yang menyebutkan, pengusulan Margono Djojohadikusumo untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional berkaitan dengan posisi Presiden RI. Selain ada pihak pengusul, Isriadi menyebut, terdapat jasa-jasa Margono yang memang perlu diangkat.
Isriadi menjelaskan, Margono, yang merupakan kakek RI 1, diajukan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional oleh organisasi atau kelompok Seruan Eling Banyumas (Serulingmas). Proses tersebut bergulir sejak Maret 2025 alias bukan tiba-tiba.
"Kalau toh memang momennya pas pada saat Pak Prabowo jadi Presiden ya mungkin kebetulan saja," ungkap Isriadi ketika diwawancara di Kota Semarang, Jateng, Rabu (26/8/2026).
Soal apakah Margono akan langsung atau tidak langsung ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan bulan November 2026, Isriadi tak dapat memperkirakan. Dia menyerahkan hal itu kepada pemerintah pusat. "Lah ini kalau yang hak prerogatif Pak Presiden kami tidak bisa menyampaikan," ujarnya.
Ketika ditanya ada kemungkinan penetapan Margono Djojohadikusumo dipercepat, Isriadi juga tak bisa memberikan komentar. "Itu juga tidak bisa kami sampaikan seperti itu. Karena semua, beliau juga pasti punya pertimbangan. Kita tidak bisa mengintervensi pertimbangan beliau," katanya.
Spekulasi itu muncul karena tahun ini Pemprov Jateng kembali mengusulkan lima tokoh yang sebelumnya sudah diajukan untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, tapi belum memperolehnya. Khusus terkait pengusulan Margono, kata Isriadi, tokoh tersebut memang mempunyai jasa dalam sejarah Indonesia. "Memang ada jasa-jasa beliau yang perlu diangkat," ucapnya.
Salah satunya sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang saat itu menjadi bank sentral. "Yang utama, beliau memang pendiri bank pertama nasional di awal kemerdekaan dan tentunya itu berdampak ekonomi yang sangat membantu dengan keberadaan BNI 46, sehingga sampai saat ini masih eksis dan cukup besar," ujar Isriadi.

3 hours ago
5







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)






