Gandeng Industri Seni, Pelita Air Bawa Lagu Musikal ke Layanan Penerbangan

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelita Air menggandeng pementasan Musikal Senja Teduh Pelita sebagai bagian dari kolaborasi dengan industri seni. Melalui kerja sama tersebut, maskapai itu menghadirkan lagu “Terang Kala Pelita” sebagai musik dalam penerbangan (in-flight music) hingga 1 Agustus 2026.

Program Manager Indonesia Kaya Billy Gamaliel mengatakan, Musikal Senja Teduh Pelita merupakan hasil kolaborasi Jakarta Movin, Indonesia Kaya, dan MALIQ & D’Essentials yang dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 3-12 Juli 2026.

“Mengusung semangat Terang Kala Pelita, pertunjukan ini mengisahkan perjuangan sembilan anak yang membangun harapan baru setelah dunia dilanda krisis lingkungan dan konflik,” kata Billy, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).

Billy mengatakan, cerita tersebut mengangkat tema keluarga, keberanian, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab menjaga masa depan bumi. Menurut dia, tema itu sejalan dengan pesan yang ingin disampaikan Pelita Air melalui kolaborasi tersebut.

Sebagai bagian dari kerja sama, lagu “Terang Kala Pelita” versi Jakarta Movin diputar sebagai musik dalam penerbangan Pelita Air hingga 1 Agustus 2026.

Billy mengatakan, seni pertunjukan menjadi salah satu medium untuk membangun ruang dialog sekaligus memperkuat ekosistem seni di Indonesia.

“Kami percaya seni pertunjukan mampu menghadirkan ruang untuk berdialog, merasakan, dan bertumbuh bersama. Melalui Musikal Senja Teduh Pelita, kami ingin terus mendukung lahirnya karya-karya berkualitas yang memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia,” kata Billy.

Produser sekaligus sutradara Musikal Senja Teduh Pelita Nuya Susantono mengatakan, pertunjukan tersebut lahir dari interpretasi atas lirik dan semesta musikal MALIQ & D’Essentials yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap setiap penonton pulang dengan semangat untuk terus menjaga harapan, merawat kehidupan, dan memikirkan dunia yang ingin diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Nuya.

Hampir 20 lagu MALIQ & D’Essentials, di antaranya “Senja Teduh Pelita”, “Himalaya”, “Aurora”, “Jalan”, dan “Pulang”, dirangkai menjadi satu alur cerita baru dalam pertunjukan tersebut.

Mewakili MALIQ & D’Essentials, Angga Puradiredja mengatakan, musikal tersebut memberikan interpretasi baru terhadap lagu-lagu yang telah diciptakan grup musik tersebut.

“Lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Tidak hanya didengar, tetapi juga dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru,” kata Angga.

Pertunjukan tersebut melibatkan 32 pemain, termasuk 11 aktor anak, serta didukung lebih dari 200 pekerja kreatif dengan tata panggung, multimedia, projection mapping, musik orkestra secara langsung, hingga teknik puppetry yang menghadirkan satwa Indonesia di atas panggung.

Read Entire Article
Food |