Emas (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Harga emas dunia diprediksi kembali terkerek naik seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya setelah aksi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS) atas perintah Presiden AS Donald Trump. Eskalasi konflik antara AS dan Venezuela menjadi salah satu sentimen utama yang memengaruhi pergerakan harga emas, mengingat posisi Venezuela sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai faktor geopolitik saat ini memberi tekanan kuat yang berpotensi mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi. Ketidakpastian global, menurutnya, kembali menempatkan emas sebagai aset lindung nilai utama.
“Geopolitik memang benar-benar membuat harga emas kemungkinan besar akan kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” kata Ibrahim dalam keterangan suara kepada wartawan, Ahad (4/1/2026).
Ibrahim menjelaskan, penyerangan AS terhadap Venezuela yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat berlangsung relatif mudah. Operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, di Caracas, yang kemudian langsung dibawa ke Amerika Serikat.
Dari sisi politik domestik AS, Ibrahim menilai langkah Presiden Trump tersebut berpotensi memicu gejolak baru. Pasalnya, penyerangan terhadap Venezuela dilakukan tanpa persetujuan Kongres.
Kondisi ini membuka peluang Partai Demokrat di Kongres mengajukan mosi tidak percaya terhadap Trump. Meski demikian, Trump berdalih penangkapan Maduro bukan untuk menggantikan kepemimpinannya di Venezuela, melainkan atas dasar klaim keterlibatan Maduro dalam kasus penyelundupan narkoba.
“Ini cukup menarik sebenarnya, karena biasanya sebelum Presiden melakukan invasi penculikan ke negara-negara lain harus sepengetahuan Kongres dulu. Namun dalam hal Venezuela ini Trump tidak melakukan negosiasi pertemuan dengan Kongres untuk melakukan penyerangan, sehingga memanaskan situasi di AS kembali tegang,” kata dia.

1 week ago
12












































