Menteri Agama ke-22 Lukman Hakim Saifuddin.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama ke-22 RI, Lukman Hakim Saifuddin, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum refleksi terhadap implementasi nilai-nilai dasar bangsa dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Melalui sebuah puisi yang ditulis pada 1 Juni 2026, Lukman mempertanyakan sejauh mana lima sila Pancasila masih hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bangsa Indonesia saat ini.
Dalam puisinya yang berjudul Pancasila, Lukman mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari pergulatan para pendiri bangsa yang berupaya menyatukan beragam visi untuk menentukan pijakan dan arah perjalanan Indonesia.
"Rasanya baru kemarin peristiwa itu, kala pendiri bangsa 81 tahun lalu berbagi beragam visi untuk menyatu, sepakati pijakan dan arah bangsa menuju," tulis Lukman.
Mantan Menteri Agama itu kemudian mengajukan sejumlah pertanyaan reflektif terkait aktualisasi nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila. Ia mempertanyakan apakah Ketuhanan masih memiliki makna yang kuat dalam kehidupan masyarakat, apakah nilai Kemanusiaan masih diingat bersama, serta apakah Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial benar-benar terwujud dalam praktik kehidupan berbangsa.
Menurut Lukman, pertanyaan-pertanyaan tersebut penting diajukan agar Pancasila tidak hanya menjadi dokumen historis atau slogan kebangsaan, melainkan tetap menjadi ruh yang menjiwai pikiran, hati, rasa, dan tindakan warga negara.
"Masihkah kau hidup bersama kami? Masihkah kau menjiwai kami? Ataukah ruhmu sudah tak bersemayam lagi di pikiran, hati, rasa, dan tindak kami?" tulisnya.
Pada bagian akhir puisinya, Lukman menyebut Pancasila sebagai "Bintang Penuntun" bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila agar tetap menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni menjadi pengingat atas pidato Presiden pertama RI, Soekarno, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, Soekarno memperkenalkan konsep dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

17 hours ago
10












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
