Indonesia tak Lagi Impor Solar, Zulhas: Berkat Hilirisasi Sawit

7 hours ago 8

Pengemudi mempersiapkan kendaraan yang sudah di isi bahan bakar B40 saat peluncuran uji jalan penggunaan B40 di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/7/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia tidak lagi mengimpor solar untuk kebutuhan bahan bakar. Ia menyebut capaian itu terjadi setelah kebijakan hilirisasi sawit dijalankan pemerintah.

Pernyataan ini muncul di tengah isu kenaikan harga bensin, saat pasokan energi nasional masih menjadi sorotan. Zulkifli mengatakan, hilirisasi membuat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energi sendiri, khususnya solar.

"Kita sudah tidak impor lagi solar. Kita sudah masuk B40, B50, jadi solar sudah enggak impor lagi. Jadi kalau ribut kenaikan-kenaikan bensin, kalau solar kita sudah cukup, enggak ada impor lagi, sudah cukup ya,” kata pria yang akrab disapa Zulhas saat membuka Rakernas PAN 2026 di Kantor DPP PAN, Selasa (31/3/2026).

Menko Bidang Pangan itu mengatakan, pemerintah akan memperluas perkebunan sawit untuk menopang kebijakan tersebut. Rencananya, pengembangan mencapai 2 juta hektare dalam waktu dekat.

Selain sawit, pemerintah juga menyiapkan pengembangan tebu seluas 1 juta hektare di Papua untuk produksi etanol sebagai campuran bensin. “Saudara-saudara nanti bensin kalau kita sudah banyak tebu di Papua, sudah dikembangkan tebu di Merauke, ya itu bagus sekali, maka kita akan bikin etanol, etanol itu campuran daripada BBM,” katanya.

Zulkifli mengatakan, langkah ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong swasembada pangan dan energi. “Perintah Bapak Presiden kita harus, harus mandiri pangan, energi, wajib termasuk hilirisasi,” kata Zulkifli.

Read Entire Article
Food |