REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden FIFA Gianni Infantino dijadwalkan kembali berkunjung ke Indonesia pada Oktober 2026. Dalam agenda tersebut, Infantino rencananya bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 4 Oktober 2026.
Sehari setelah pertemuan tersebut, Infantino juga dijadwalkan menghadiri penutupan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 5 Oktober. Partai final turnamen perdana FIFA ASEAN Cup memang dijadwalkan berlangsung di SUGBK pada hari tersebut.
Kunjungan Infantino kembali memperlihatkan perhatian FIFA terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Hubungan antara FIFA dan PSSI juga semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk melalui kerja sama langsung antara Infantino dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. FIFA dalam laporan terbarunya menyebut kemitraan dengan PSSI terus berkembang melalui pembangunan infrastruktur, program akar rumput, sepak bola putri, hingga kehadiran FIFA di Jakarta.
Perhatian FIFA terhadap Indonesia mulai mendapat bentuk yang lebih nyata setelah tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Oktober 2022. Ketika itu, Infantino menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menyatakan FIFA bersama komunitas sepak bola dunia berada bersama masyarakat Indonesia. Setelah tragedi tersebut, FIFA dan PSSI kemudian bekerja sama dalam penguatan aspek keselamatan, keamanan stadion, tata kelola, serta pengembangan sepak bola nasional.
Salah satu wujud nyata kedekatan tersebut adalah dibukanya kantor FIFA di Jakarta pada November 2023. Kantor seluas 962 meter persegi itu menjadi bagian dari komitmen FIFA untuk mendukung transformasi sepak bola Indonesia secara lebih langsung. Peresmian kantor tersebut juga diikuti penandatanganan kesepakatan kerja sama antara FIFA dan PSSI.
FIFA juga ikut mendukung pembangunan National Training Centre (NTC) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Proyek tersebut mendapat dukungan melalui program FIFA Forward dengan nilai 5,4 juta dolar AS dan dirancang sebagai pusat pengembangan tim nasional Indonesia putra dan putri di berbagai kelompok usia.
Dukungan FIFA tidak berhenti pada infrastruktur elite. Program FIFA Forward, FIFA Arena, dan Football for Schools turut diarahkan untuk memperkuat ekosistem sepak bola Indonesia dari tingkat infrastruktur hingga akar rumput. FIFA menyebut investasi tersebut telah memberikan dorongan terhadap perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Indonesia juga memperoleh kepercayaan besar untuk menggelar ajang internasional FIFA. Pada 2023, Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA, yang menjadi turnamen FIFA pertama yang diselenggarakan di tanah air. Turnamen tersebut berlangsung di empat kota dan diikuti 24 negara.
Kepercayaan tersebut berlanjut melalui FIFA Series 2026. Indonesia menjadi salah satu tuan rumah ajang tersebut dan menggelar pertandingan di SUGBK, Jakarta. Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts dan Nevis serta Bulgaria dalam rangkaian FIFA Series 2026. FIFA menjelaskan FIFA Series dirancang untuk mempertemukan tim nasional dari konfederasi berbeda sekaligus memberikan pengalaman penyelenggaraan pertandingan internasional bagi negara tuan rumah.
Kini, Indonesia kembali dipercaya menjadi salah satu tuan rumah turnamen baru FIFA, yakni FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen perdana tersebut digelar pada 24 September hingga 5 Oktober dengan Indonesia dan Hong Kong sebagai tuan rumah. Sebanyak 14 tim ambil bagian, termasuk 11 negara ASEAN dan tiga tim undangan.
Untuk Divisi 1, pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di Jakarta dan Bandung. SUGBK serta Stadion Si Jalak Harupat menjadi dua venue di Indonesia. Puncak turnamen akan berlangsung di SUGBK pada 5 Oktober, yang dijadwalkan menjadi panggung kehadiran Infantino sekaligus penutup rangkaian kompetisi perdana tersebut.
Rangkaian tersebut menunjukkan hubungan FIFA dengan Indonesia tidak hanya berlangsung melalui agenda seremonial. Kerja sama mencakup aspek keselamatan stadion, tata kelola, pembangunan fasilitas latihan, pengembangan sepak bola usia muda dan akar rumput, hingga penyelenggaraan kompetisi internasional. FIFA sendiri pada September 2026 menegaskan bahwa kemitraannya dengan PSSI terus berkembang dari tahun ke tahun.
Dengan agenda pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto pada 4 Oktober dan kehadiran di penutupan FIFA ASEAN Cup sehari berselang, kunjungan Infantino menjadi momentum penting dalam hubungan sepak bola Indonesia dengan badan sepak bola dunia. Bagi Indonesia, kedekatan tersebut berjalan beriringan dengan semakin banyaknya program pengembangan dan kepercayaan FIFA terhadap kapasitas Indonesia dalam menggelar agenda sepak bola dunia.

7 hours ago
11
















































