RI Pelajari Strategi Toyota Memperkuat Industri Otomotif

5 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman Toyota dalam membangun kapabilitas industri sebagai masukan untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan inovasi yang bisa dikembangkan terutama melalui pengembangan teknologi, sumber daya manusia, hingga rantai pasok.

“Toyota merupakan salah satu contoh terbaik bagaimana inovasi, penguasaan teknologi, pengembangan SDM, dan penguatan rantai pasok dapat membangun industri yang berdaya saing global. Pengalaman tersebut relevan bagi Indonesia dalam terus memperkuat industri manufaktur dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Susiwijono saat mengunjungi Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology (TCMIT) di Nagoya, dikutip di Jakarta, Ahad (20/9/2026).

Menurut dia perjalanan Toyota dalam mengembangkan kapabilitas industri relevan dengan upaya Indonesia saat ini dalam meningkatkan daya saing industri manufaktur.

Hubungan Toyota dengan Indonesia telah berkembang selama lebih dari lima dekade dan juga menjadi bagian dari perkembangan industri otomotif nasional.

Toyota Indonesia telah memproduksi 10 juta unit kendaraan, dengan lebih dari 3 juta unit di antaranya diekspor ke lebih dari 100 negara tujuan. Sementara itu, investasi Toyota Group di Indonesia telah mencapai sekitar Rp100 triliun dengan ekosistem yang melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja.

Tingkat kandungan lokal atau local content dalam ekosistem produksi Toyota di Indonesia juga sudah mencapai lebih dari 80 persen.

Ekosistem tersebut didukung lebih dari 240 pemasok Tier-1 serta sekitar 520 pemasok Tier-2 dan Tier-3 yang memperkuat keterkaitan antara industri otomotif dengan industri komponen di dalam negeri.

Capaian tersebut menunjukkan Indonesia telah berkembang dari sekadar pasar otomotif menjadi salah satu basis produksi dan ekspor Toyota ke pasar global.

Ke depan, pemerintah menilai penguatan ekosistem semakin menjadi penting seiring dengan transformasi industri otomotif menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Susiwijono mengatakan pengembangan kendaraan elektrifikasi membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas rantai nilai industri, termasuk melalui pengembangan baterai, komponen, daur ulang, dan sumber daya manusia.

“Transformasi menuju kendaraan elektrifikasi membuka peluang untuk memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan baterai, komponen, daur ulang, dan sumber daya manusia. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dari rantai nilai kendaraan elektrifikasi global,” ujarnya.

Dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pada April 2026 mengumumkan kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) untuk mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia dengan investasi sebesar Rp 1,3 triliun.

Produksi tersebut mencakup pengembangan sel dan modul baterai, dengan Indonesia diproyeksikan menjadi basis ekspor baterai Toyota ke pasar global mulai semester II 2026.

Pemerintah selanjutnya akan mendorong kolaborasi dengan pelaku industri untuk memperkuat daya saing manufaktur nasional, memperluas pasar ekspor, serta meningkatkan kemampuan industri dalam menghadapi perubahan teknologi.

Kunjungan Susiwijono ke TCMIT juga menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog antara pemerintah dan Toyota terkait pengembangan industri manufaktur, inovasi teknologi, rantai pasok, elektrifikasi kendaraan, pengembangan SDM, dan perluasan ekspor.

Read Entire Article
Food |