Ini Cara Melatih Anak Mandiri Lewat Efikasi Diri, Jangan Selalu Ambil Alih

3 hours ago 7

ilustrasi Ibu memeluk anak laki lakinya. Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri menjadi faktor yang memiliki hubungan langsung paling kuat dengan kesejahteraan psikologis anak dibandingkan faktor lain dalam model penelitian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap orang tua tentu ingin anak tumbuh bahagia dan tangguh. Namun, kesejahteraan psikologis anak ternyata tidak hanya dipengaruhi lingkungan yang baik, tetapi juga oleh efikasi diri atau keyakinan sederhana dalam diri anak bahwa "saya mampu".

Hal itu diungkap dalam riset tentang efikasi diri yang dilakukan oleh pakar ilmu keluarga IPB University, Zahro Malihah. Dalam penelitian disertasinya, ia melibatkan 304 ibu yang memiliki anak usia 4-6 tahun dari 19 taman kanak-kanak di Kecamatan Bogor Barat.

Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri menjadi faktor yang memiliki hubungan langsung paling kuat dengan kesejahteraan psikologis anak dibandingkan faktor lain dalam model penelitian. Menurut Zahro, temuan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan anak tidak hanya ditentukan oleh kualitas lingkungan di sekitarnya, tetapi juga oleh pengalaman yang membantu anak membangun keyakinan terhadap kemampuan dirinya.

"Ketika kita berbicara tentang kesejahteraan psikologis anak, kita tidak cukup hanya melihat apakah lingkungan di sekitarnya sudah baik. Kita juga perlu melihat apakah pengalaman anak di rumah dan sekolah membantu tumbuhnya keyakinan bahwa dirinya mampu," kata Zahro dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (24/8/2026).

Menurut dia, efikasi diri berbeda dengan sekadar rasa percaya diri. Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu melakukan suatu tindakan atau menghadapi tugas tertentu.

Pada anak usia dini, keyakinan tersebut tumbuh melalui pengalaman sehari-hari. Misalnya anak mencoba mengenakan pakaian sendiri, menyelesaikan permainan, menghadapi kesulitan, hingga merasakan keberhasilan dari usahanya.

"Tujuannya bukan membuat anak selalu berhasil. Anak perlu mengalami bahwa tidak semua usaha langsung berhasil. la dapat menghadapi kesulitan, mencoba kembali, dan mendapat dukungan yang tepat. Dari pengalaman seperti itulah keyakinan 'saya mampu' dapat tumbuh," kata Zahro.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penguatan efikasi diri tidak dapat dipisahkan dari lingkungan tempat anak tumbuh. Di rumah, orang tua dapat memberi kesempatan kepada anak untuk mencoba melakukan tugas sesuai usianya tanpa selalu mengambil alih ketika menghadapi kesulitan.

Read Entire Article
Food |