IPOT Perluas Literasi Keuangan ke Komunitas Esports

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat penggunaan produk keuangan di kalangan anak muda terus meningkat, namun pemahaman terhadap risiko investasi masih tertinggal. Kondisi ini mendorong PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperluas edukasi keuangan ke komunitas esports yang didominasi generasi muda.

IPOT menggandeng ajang Kapolda Jateng Cup 2026 untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi di kalangan komunitas esports. Kegiatan tersebut akan digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan, komunitas esports memiliki karakter yang relevan dengan dunia investasi, seperti disiplin, fokus, dan kemampuan menyusun strategi.

“Komunitas esports memiliki banyak karakteristik yang dibutuhkan dalam dunia investasi, seperti disiplin, fokus, dan kemampuan membaca strategi,” ujar Moleonoto dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, masih banyak generasi muda yang mulai berinvestasi hanya karena mengikuti tren atau informasi dari media sosial tanpa memahami risiko yang menyertainya. Karena itu, peningkatan literasi dinilai penting agar akses terhadap produk investasi berjalan seiring dengan pemahaman yang memadai.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18 hingga 25 tahun mencapai 89,96 persen. Namun, tingkat literasi keuangan kelompok usia yang sama baru berada di level 73,22 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih banyak anak muda yang telah menggunakan berbagai produk keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami cara kerja, manfaat, maupun risiko yang melekat pada produk tersebut.

Melalui Kapolda Jateng Cup 2026, IPOT akan menghadirkan berbagai kegiatan edukasi terkait investasi dan pengelolaan keuangan kepada peserta serta komunitas esports yang terlibat dalam ajang tersebut.

Moleonoto mengatakan, pemahaman keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai risiko di era digital. Selain membantu mengambil keputusan investasi yang lebih tepat, literasi keuangan juga dinilai dapat mengurangi kerentanan terhadap investasi bodong, kejahatan finansial digital, hingga praktik perjudian daring yang semakin marak menyasar kelompok usia produktif.

Menurut dia, edukasi yang tepat akan membantu generasi muda memanfaatkan akses keuangan secara lebih bijak sekaligus membangun perencanaan keuangan yang sehat untuk jangka panjang.

Read Entire Article
Food |