Anggota Garda Revolusi Iran. Garda Revolusi Iran disebut mengendalikan banyak aspek institusi-institusi sipil. Ilustrasi.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Ketegangan antara Iran dan Uni Eropa memasuki babak baru. Pemerintah Iran secara resmi menetapkan seluruh angkatan laut dan udara negara-negara anggota Uni Eropa sebagai “entitas teroris”, sebagai respons atas keputusan Dewan Uni Eropa yang memasukkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) ke dalam daftar organisasi teroris.
Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (21/2/2026), Kementerian Luar Negeri Iran menyebut langkah tersebut sebagai bentuk balasan atas keputusan yang dinilai “ilegal dan tidak beralasan” oleh negara-negara anggota Uni Eropa. Teheran menegaskan kebijakan itu diambil berdasarkan prinsip timbal balik dalam hubungan internasional.
“Republik Islam Iran akan bertindak berdasarkan prinsip ‘resiprositas’ (timbal balik),” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.
Sebelumnya, pada Kamis (19/2/2026), Dewan Uni Eropa secara resmi memutuskan memasukkan IRGC ke dalam daftar teroris Uni Eropa, menyusul kesepakatan politik yang dicapai beberapa pekan sebelumnya di antara negara-negara anggota. Uni Eropa menilai IRGC melanggar prinsip dan aturan dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum internasional, serta menyebutnya sebagai komponen resmi angkatan bersenjata Republik Islam Iran.
Dengan dimasukkannya IRGC ke dalam daftar tersebut, organisasi itu akan dikenai langkah-langkah pembatasan di bawah rezim sanksi kontra-terorisme Uni Eropa. Langkah tersebut mencakup pembekuan dana, aset keuangan, serta sumber daya ekonomi lainnya di negara-negara anggota Uni Eropa. Selain itu, operator Uni Eropa dilarang menyediakan dana maupun sumber daya ekonomi kepada IRGC.
Dewan Uni Eropa menyebutkan bahwa sebanyak 13 individu serta 23 kelompok dan entitas kini masuk dalam daftar pembatasan tersebut.
Eskalasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan sejumlah negara Eropa, terutama setelah gelombang protes yang terjadi di dalam negeri Iran. Para pemimpin Eropa sebelumnya mengecam apa yang mereka sebut sebagai tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa.
Awal bulan ini, parlemen Iran telah lebih dulu mengumumkan bahwa Iran menganggap angkatan bersenjata Uni Eropa sebagai organisasi teroris, setelah badan keamanan tertinggi negara tersebut menyetujui langkah tersebut. Pengumuman itu disusul dengan pemanggilan duta besar negara-negara anggota Uni Eropa ke Kementerian Luar Negeri Iran.
Langkah saling balas tersebut menandai memburuknya hubungan diplomatik antara Teheran dan blok Eropa, sekaligus memperlebar jurang ketegangan politik dan keamanan di kawasan.
sumber : Antara

7 hours ago
5









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)






