Puasa Syawal (ilustrasi). Setelah menunaikan ibadah puasa Ramdhan sebulan penuh dan merayakan Hari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa Syawal.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah menunaikan ibadah puasa Ramdhan sebulan penuh dan merayakan Hari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa Syawal. Dalam Islam, puasa ini hukumnya sunnah dan menjadi bentuk penyempurnaan dari ibadah Ramadhan yang telah dijalani. Keutamaan puasa Syawal bahkan dijelaskan langsung dalam hadis Rasulullah SAW:
مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim).
Kapan umat Islam bisa melaksanakan puasa Syawal tahun ini?
Pelaksanaan puasa Syawal dianjurkan selama enam hari di bulan Syawal. Mayoritas ulama menganjurkan agar dilakukan secara berturut-turut, yakni mulai tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal.
Dalam kitab Minhaj al-Thalibin wa 'Umdah al-Muftin, Imam An Nawawi menjelaskan bahwa puasa enam hari di bulan Syawal disunnahkan dan lebih utama jika dilakukan secara berurutan. Untuk tahun ini, 2 Syawal 1447 H bertepatan dengan Selasa, 22 Maret 2026. Dengan demikian, umat Islam dapat melaksanakan puasa Syawal pada rentang 22 hingga 27 Maret 2026.
Namun demikian, tidak semua ulama mewajibkan pelaksanaannya secara berturut-turut. Dalam kitab Maraqi Al Falah bi Imdaad Al Fatah: Syarah Nur Al Idah Wa Najat Al Arwah, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa puasa enam hari di bulan Syawal lebih baik dilakukan secara terpisah. Hal ini untuk menghindari anggapan masyarakat awam bahwa puasa tersebut merupakan kewajiban seperti Ramadhan.

3 hours ago
2






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















