REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih timnas Indonesia John Herdman mengaku puas dengan performa anak asuhnya usai membekap Saint Kitts dan Nevis 4-0 pada laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Herdman menilai pasukannya menunjukkan profesionalisme tinggi meski baru menjalani sedikit sesi latihan bersama.
Herdman mengungkapkan, sejak awal sudah memasang target jelas menghadapi tamu dari Laut Karibia ini. “Kami menetapkan target sebelum pertandingan untuk mencetak empat gol dan menjaga gawang tetap perawan,” ujarnya.
Menurut dia, para pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik di tengah rotasi skuad yang cukup besar. Kesempatan diberikan kepada banyak pemain yang sebelumnya aktif dalam sesi latihan.
Ia menekankan, kedisiplinan menjadi kunci utama keberhasilan tim menjaga gawang tetap steril. Selain itu, efektivitas dalam situasi bola mati dan transisi permainan juga menjadi sorotan penting.
“Mencetak gol dari bola mati itu penting. Kami telah bekerja keras untuk itu,” kata Herdman menegaskan.
Pelatih asal Inggris itu juga melihat adanya fondasi positif dalam permainan tim. Namun, ia mengingatkan perjalanan masih panjang dan tantangan berikutnya sudah menanti.
Indonesia dijadwalkan menghadapi Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026). Ia menilai laga akan jauh lebih berat.
Herdman pun meminta timnya untuk tampil lebih siap sejak menit awal. Ia menilai awal pertandingan masih menjadi pekerjaan rumah bagi skuad Garuda. Dalam 15 menit pertama, para penggawa timnas dinilainya terlalu bersemangat sehingga membuat permainan kurang terorganisasi.
“Jika kami melakukan itu melawan Bulgaria, kami akan dihukum. Mereka bisa membunuh kami dalam 10 menit pertama,” ujarnya mengingatkan.
Meski demikian, Herdman tetap mengapresiasi komitmen para pemain dalam mencapai target tim. Ia menyebut mentalitas untuk menuntaskan laga sesuai rencana menjadi hal penting.
Salah satu momen yang disorot adalah aksi penjaga gawang Maarten Paes yang tampil sigap dalam situasi krusial, meski gol akhirnya dianulir karena offside.
Herdman juga menyinggung aspek kreativitas tim yang masih perlu ditingkatkan. Ia menyebut beberapa pemain seperti Eliano Reijnders, Ramadan Sananta, hingga Beckham Putra mulai menunjukkan potensi tersebut.
Lebih jauh, ia bahwa misi besarnya bukan hanya kemenangan pada laga uji coba, melainkan target jangka panjang ke Piala Dunia.
“Kami memiliki 280 juta alasan untuk bekerja setiap hari. Target kami adalah lolos ke Piala Dunia,” kata Herdman.
Ia optimistis dengan proses yang sedang berjalan, meski mengingatkan akan adanya pasang surut dalam perjalanan tim. Dukungan suporter dinilai menjadi faktor penting.
Herdman pun menutup dengan menegaskan komitmen tim untuk terus berkembang. “Ini baru langkah kecil. Tapi kami akan memberikan segalanya untuk mencapai target besar itu,” ujarnya menegaskan.

3 hours ago
3






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















