Kapal Tanker Irak Lintasi Selat Hormuz Usai Iran Beri Pengecualian

16 hours ago 8

Lampung kembali menerima kargo Liquefied Natural Gas (LNG) untuk kebutuhan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebesar ±131.000 m³.

REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR — Sebuah kapal tanker minyak yang membawa minyak mentah Irak melintasi Selat Hormuz dekat pantai Iran, sehari setelah Iran menyatakan bahwa Irak dikecualikan dari pembatasan apa pun untuk melintasi jalur laut strategis tersebut, berdasarkan data LSEG dan Kpler. Kapal Ocean Thunder memuat sekitar 1 juta barel minyak mentah Basrah Heavy pada 2 Maret dan diperkirakan akan membongkar muatannya di Pengerang, Malaysia, pada pertengahan April, menurut data Kpler.

Kapal tanker tersebut, yang menurut data disewa oleh Petco, unit dari perusahaan energi milik negara Malaysia, Petronas, merupakan salah satu dari tujuh kapal yang terkait dengan Malaysia yang diizinkan oleh Iran untuk melintasi selat tersebut, kata dua sumber yang mengetahui hal itu kepada Reuters. Kedua sumber tersebut menolak disebutkan identitasnya karena tidak berwenang berbicara secara publik.

Kementerian Luar Negeri Malaysia dan Petronas tidak menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bulan lalu mengatakan Iran akan mengizinkan kapal-kapal Malaysia melintasi selat tersebut setelah melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran.

Menteri luar negeri Malaysia kemudian menyatakan terdapat tujuh kapal yang terkait dengan perusahaan Malaysia—termasuk Petronas, Vantris Energy, dan MISC—yang sedang menunggu izin untuk melintasi jalur perairan tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita negara.

Iran sebelumnya secara efektif menutup selat tersebut, yang merupakan jalur yang dilalui sekitar seperlima aliran minyak dan LNG global, sebagai respons terhadap serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada akhir Februari.

Iran kemudian menyatakan akan mengizinkan kapal-kapal yang tidak memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat atau Israel untuk melintas. Dalam beberapa hari terakhir, tiga kapal tanker yang dioperasikan Oman, sebuah kapal kontainer milik Prancis, dan kapal pengangkut gas milik Jepang telah melintasi selat tersebut.

Malaysia pada Rabu menyatakan bahwa Iran akan mengizinkan kapal-kapalnya melintasi selat tersebut tanpa membayar biaya tambahan.

Iran sebelumnya juga menyatakan dapat mengenakan biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur perairan tersebut.

sumber : REUTERS

Read Entire Article
Food |