Kebun Harmoni Tumbuhkan Ketahanan Pangan Penyintas Banjir Aceh Tamiang

7 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Program Kebun Harmoni berhasil membantu warga penyintas banjir dan longsor yang tinggal di hunian sementara (Huntara) Kabupaten Aceh Tamiang memanen sayuran hidroponik dan ikan lele hasil budidaya bersama. Program yang digagas PT East West Seed Indonesia (EWINDO) bersama Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) itu tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Panen perdana tersebut menjadi penanda keberhasilan warga mengelola sistem budidaya secara mandiri setelah mengikuti serangkaian pelatihan dan pendampingan selama beberapa bulan terakhir. Selain memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga, kegiatan itu juga membangun kembali semangat gotong royong dan rasa percaya diri masyarakat yang terdampak bencana.

Program Kebun Harmoni dikembangkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan. Berbeda dengan bantuan pangan yang bersifat jangka pendek, program ini membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu memproduksi pangan secara mandiri selama tinggal di Huntara maupun setelah kembali ke permukiman mereka.

Dalam pelaksanaannya, warga mendapatkan pelatihan budidaya sayuran hidroponik, pemanfaatan growbox di lahan terbatas, budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, hingga pembuatan pupuk organik cair dan bokashi. Pendampingan dilakukan secara bertahap sehingga peserta mampu mengelola seluruh proses produksi, mulai dari penanaman hingga panen.

Pendamping program, Obi, pegiat hidroponik Aceh, mengatakan keberhasilan Kebun Harmoni tidak semata diukur dari hasil panen, melainkan dari tumbuhnya kembali optimisme masyarakat.

"Yang paling membahagiakan bukan hanya melihat sayuran tumbuh, tetapi melihat warga kembali memiliki semangat untuk berkegiatan bersama. Mereka belajar, saling membantu, dan mulai percaya bahwa mereka mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarganya sendiri. Harapannya, ketika kembali ke rumah masing-masing, ilmu ini tetap mereka bawa dan terus dikembangkan," katanya.

Bagi warga Huntara, hasil panen memiliki manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari. Sayuran yang dipetik sendiri membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, sedangkan ikan lele menjadi sumber protein yang mudah diperoleh. Aktivitas berkebun juga menghadirkan rutinitas produktif yang mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus mendukung pemulihan psikososial setelah menghadapi bencana.

Panen bersama tersebut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Desa Bundar, serta Kepala Desa Kota. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |