Kemana Minyak Venezuela Beredar di Tengah Pengetatan Sanksi AS?

1 week ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tekanan militer dan sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Venezuela mulai mengubah peta aliran minyak negara pemilik cadangan terbesar dunia tersebut. Meski produksinya relatif terbatas dibanding potensi cadangan, distribusi minyak Venezuela tetap menjadi perhatian pasar energi global karena perannya sebagai pemasok minyak berat (heavy crude).

Dilansir dari S&P Global Report Sepanjang 2025, ekspor minyak Venezuela tercatat berada di kisaran 750 ribu barel per hari (kbd), jauh di bawah puncaknya pada 2015 yang mencapai sekitar 2 juta barel per hari. Namun, arus ekspor tersebut kini semakin terkonsentrasi ke segelintir negara akibat sanksi dan pembatasan perdagangan.

China menjadi tujuan utama minyak Venezuela. Sepanjang 2025 year to date (ytd), China menyerap lebih dari 400 kbd minyak mentah Venezuela, menjadikannya pembeli terbesar saat ini. Selain ekspor langsung, sebagian minyak Venezuela juga dialihkan melalui negara perantara di Asia Tenggara, terutama Malaysia, sebelum akhirnya masuk ke pasar China.

Ekspor ke Malaysia melonjak menjadi 4,2 juta barel dari nihil pada bulan sebelumnya, yang diduga kuat kemudian dialihkan kembali ke pasar China. Dengan skema ini, China tetap menjadi tujuan utama minyak Venezuela secara tidak langsung.

Amerika Serikat, yang pernah menjadi pembeli terbesar minyak Venezuela hingga 2018 dengan volume mencapai 466 kbd, kini hanya mengimpor dalam jumlah terbatas. Sepanjang Oktober 2025, impor minyak Venezuela ke AS tercatat sekitar 152 kbd, terutama untuk memenuhi kebutuhan kilang di Gulf Coast yang sangat bergantung pada minyak berat.

Selain China dan AS, sejumlah negara memperoleh akses terbatas melalui skema keringanan sanksi (waiver). India mengimpor sekitar 30 kbd, sementara Spanyol sekitar 16 kbd. Di luar itu, sebagian ekspor Venezuela tidak langsung masuk pasar akhir, melainkan tertahan di laut sebagai floating storage akibat keterbatasan asuransi, pembiayaan, dan risiko sanksi.

Di luar minyak mentah, Venezuela juga mengekspor sekitar 135 kbd bahan bakar minyak (fuel oil), setara 2,5 persen dari total perdagangan fuel oil global melalui laut. Mayoritas ekspor fuel oil tersebut juga mengalir ke China.

Dari sisi produksi, pasokan Venezuela relatif bertumpu pada Sabuk Orinoco yang menyumbang mayoritas output nasional. Produksi nasional sempat pulih dari titik terendah di bawah 400 kbd pada 2020 dan kini stabil di kisaran 900 kbd. Sekitar separuh produksi tersebut berasal dari joint venture antara PDVSA dan perusahaan minyak internasional, dengan Chevron menjadi mitra asing terbesar melalui lima proyek patungan. 

Read Entire Article
Food |