Kemendikdasmen Tulis Ulang Buku Ajar, Muatan STEM Diperkuat

6 hours ago 11

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mengevaluasi dan menulis ulang sejumlah buku teks pelajaran untuk memperkuat muatan sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM. Pembaruan juga diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter serta menyesuaikan buku dengan pendekatan pembelajaran mendalam.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan rencana pembaruan buku sebenarnya telah disiapkan sebelum Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan terkait evaluasi buku pelajaran.

“Sebelum ada arahan Presiden, memang sudah ada perencanaan untuk melakukan penulisan ulang buku-buku teks yang selama ini dipakai,” kata Abdul Mu’ti seusai Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Mu’ti, terdapat sejumlah pertimbangan yang mendasari penulisan ulang buku teks tersebut. Salah satunya memastikan materi pelajaran memiliki kandungan pendidikan nilai dan karakter yang lebih kuat sekaligus meningkatkan porsi STEM. “Penekanan pada STEM sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Mu’ti.

Pembaruan juga dilakukan untuk mengakomodasi perubahan standar isi yang ditetapkan Kemendikdasmen. Buku-buku pelajaran nantinya diharapkan semakin selaras dengan arah kurikulum dan kebutuhan pembelajaran siswa.

Mu’ti mengatakan penyusunan buku juga akan disesuaikan dengan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning yang saat ini didorong Kemendikdasmen. Pendekatan tersebut menekankan proses belajar yang tidak berhenti pada hafalan, tetapi mendorong pemahaman konsep, penerapan pengetahuan, dan kemampuan berpikir lebih mendalam.

Proses evaluasi, kata Mu’ti, sudah berjalan. Sejumlah buku bahkan telah memasuki tahap yang memungkinkan untuk segera dicetak. “Evaluasi bukunya sudah berjalan dan beberapa buku juga sudah siap untuk nanti dicetak,” katanya.

Pembaruan buku ajar tersebut sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo terhadap kualitas materi pembelajaran. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya mengatakan Presiden meninjau langsung sejumlah buku yang digunakan siswa dan menemukan beberapa persoalan, mulai dari bahan buku yang mudah rusak hingga ukuran tulisan yang dinilai terlalu kecil bagi anak-anak sekolah dasar.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |