Konflik Iran Ganggu Perdagangan, Saudi Aramco Kurangi Ekspor ke Asia

2 hours ago 4

Logo perusahaan minyak Saudi Aramco.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA – Saudi Aramco, eksportir minyak terbesar dunia, kembali memangkas pasokan minyak mentah ke pembeli di Asia untuk bulan kedua pada April. Dua sumber yang mengetahui hal tersebut menyampaikan, keputusan ini diambil setelah perang AS-Israel dengan Iran mengganggu jalur perdagangan melalui Selat Hormuz.

Produsen tersebut hanya memasok minyak mentah jenis Arab Light yang diekspor dari pelabuhan Laut Merah di Yanbu kepada pelanggan kontrak pada April. Kondisi ini membuat pasokan ke kilang di Asia tetap ketat dan membatasi produksi produk olahan mereka.

Dalam pernyataan resminya, Saudi Aramco menyebut, "Saudi Aramco terus memastikan pasokan energi yang andal dengan memanfaatkan jalur ekspor alternatif melalui Yanbu sebagai respons terhadap dinamika kawasan."

"Kami tetap berkomitmen memenuhi ekspektasi pelanggan, dengan penyesuaian jadwal pengiriman sesuai kondisi terbaru, serta memastikan pelanggan tetap mendapatkan informasi. Prioritas kami adalah menjaga operasi yang aman dan andal sekaligus mendukung stabilitas pasar selama periode ini."

Arab Saudi telah mengekspor sekitar 4,355 juta barel per hari (barrels per day/bpd) minyak mentah sepanjang Maret, berdasarkan data perusahaan analitik Kpler. Angka ini menurun dari 7,108 juta bpd pada Februari.

Produsen tersebut berupaya meningkatkan ekspor minyak mentah melalui Yanbu untuk mengimbangi gangguan di Selat Hormuz, dengan volume pengapalan diperkirakan meningkat hingga rekor tertinggi pada Maret. Kilang terbesar China, Sinopec, dijadwalkan memuat sekitar 24 juta barel minyak mentah Arab Saudi dari Yanbu pada bulan tersebut.

Pengapalan minyak di pelabuhan Yanbu sempat terganggu pada 19 Maret setelah sebuah pesawat nirawak jatuh di kilang SAMREF milik Saudi Aramco.

sumber : REUTERS/ANTARA

Read Entire Article
Food |