Kritik Keras Trump, Legenda Rock Bruce Springsteen Dihujani Ancaman Pembunuhan, FBI Bicara

15 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Legenda musik rock Amerika Serikat, Bruce Springsteen, dilaporkan menerima peningkatan ancaman pembunuhan selama menjalani tur konser bertajuk Land of Hope and Dreams di Amerika Serikat.

Ancaman tersebut muncul setelah Springsteen secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap Presiden AS Donald Trump dan sejumlah kebijakan pemerintahannya, termasuk perang di Iran serta kebijakan imigrasi yang dijalankan ICE.

Gitaris lama Springsteen, Steven Van Zandt, mengatakan langkah pengamanan dalam tur kali ini diperketat karena meningkatnya ancaman terhadap sang musisi.

“Tur kali ini agak berbeda karena langkah-langkah keamanan yang ketat,” ujar Van Zandt kepada Daily Mail pada Selasa (26/5/2026). “Ada banyak ancaman, termasuk ancaman pembunuhan. Biasanya memang selalu ada, tetapi kali ini jumlahnya meningkat.”

Dalam konser pembuka tur di Minneapolis pada 31 Maret lalu, Springsteen menyebut Amerika saat ini berada “di tangan pemerintahan yang korup, tidak kompeten, rasis, sembrono, dan khianat.”

Ia juga menyerukan penonton untuk memilih “harapan daripada ketakutan, demokrasi daripada otoritarianisme, serta perdamaian daripada perang.”

Pernyataan tersebut memicu kemarahan sebagian pendukung gerakan MAGA (Make America Great Again) yang dikenal sebagai basis politik Trump. Van Zandt menyebut situasi itu kini mendapat perhatian serius dari FBI dan aparat keamanan lainnya.

“Itulah mengapa FBI dan otoritas lainnya mengamati situasi ini dengan sangat cermat dan sangat khawatir,” katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Springsteen dan Trump memang kerap diwarnai saling sindir di ruang publik. Springsteen sebelumnya menyebut Trump sebagai sosok “korup dan tidak kompeten”, sementara Trump membalas dengan menyebut musisi itu sebagai “idiot yang mengganggu.”

Pada awal 2026, Springsteen juga merilis lagu protes berjudul Streets of Minneapolis yang menyoroti kebijakan imigrasi ICE dan menyinggung penasihat Trump, Stephen Miller, serta mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem.

Tur Land of Hope and Dreams dijadwalkan berakhir pada 30 Mei di Philadelphia.

Read Entire Article
Food |