Kualitas Udara Memburuk, Kasus Pneumonia di Pontianak Naik 20 Persen

11 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK, – Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak mencatat adanya peningkatan kasus pneumonia seiring dengan memburuknya kualitas udara di Pontianak dan sekitarnya. Peningkatan jumlah pasien dengan infeksi paru-paru ini tercatat sekitar 10 hingga 20 persen, baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun di ruang rawat inap.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kombes Pol drg. Josep Ginting, menyatakan bahwa peningkatan kasus ini menjadi perhatian serius pihak rumah sakit. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh dampak memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sehingga rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain," kata Kombes Pol drg. Josep Ginting di Pontianak, Jumat.

Kelompok Rentan Paling Berisiko

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, dr. Andreas, menjelaskan bahwa paparan kabut asap dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan. Pada kondisi tertentu, paparan terus-menerus dapat berkembang menjadi pneumonia, yaitu infeksi yang menyebabkan peradangan pada jaringan paru-paru.

"Orang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia, bisa karena kabut asap ini," ujar dr. Andreas.

Menurutnya, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Gejala awal yang umum muncul antara lain batuk dan bersin, terutama pada masyarakat yang memiliki alergi atau riwayat asma.

"Kalau paparan berlangsung terus-menerus dan tubuh tidak mampu mentoleransinya, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas," tuturnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Dr. Andreas mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar, masyarakat sangat disarankan untuk menggunakan masker. Imbauan ini terutama ditujukan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, balita, ibu hamil, lansia, serta warga dengan kondisi kesehatan tertentu.

Selain pneumonia, peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga perlu diwaspadai. Beberapa wilayah yang memiliki jumlah titik panas (hotspot) tinggi dan berpotensi mengalami peningkatan kasus ISPA antara lain Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Pneumonia sendiri merupakan infeksi yang menyebabkan kantung udara (alveoli) di paru-paru mengalami peradangan. Kantung udara tersebut dapat terisi cairan atau nanah, sehingga mengganggu proses pernapasan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |