REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Di tengah dunia yang dipenuhi poster, feed media sosial, dan iklan lima detik yang bisa dilewati kapan saja, visual bukan lagi sekadar hiasan. Visual telah menjadi bahasa. Ia menyampaikan pesan, membentuk persepsi, dan memengaruhi cara orang berpikir. Di ruang inilah Desain Komunikasi Visual (DKV) bekerja.
Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) hadir bagi mereka yang memahami bahwa desain bukan hanya soal estetika. Desain adalah tentang komunikasi, makna, dan strategi. Mahasiswa DKV UBSI diajak melihat desain sebagai alat untuk menyampaikan pesan secara efektif, relevan, dan bertanggung jawab.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa DKV tidak langsung disibukkan dengan perangkat lunak desain. Mereka terlebih dahulu belajar membaca konteks. Siapa audiensnya, pesan apa yang ingin disampaikan, dan mengapa satu visual bisa berhasil sementara yang lain gagal. Pendekatan ini menanamkan pemahaman bahwa desain yang baik bukan soal selera pribadi, melainkan soal komunikasi yang tepat sasaran.
Prospek kerja lulusan Desain Komunikasi Visual UBSI terbuka luas. Alumni dapat berkarir sebagai desainer grafis, ilustrator, visual branding specialist, content creator, UI dan UX designer, hingga creative strategist.
Sebagian memilih jalur wirausaha kreatif dengan membangun studio desain atau mengembangkan brand sendiri. Perkembangan dunia digital memperluas peluang, sekaligus menuntut standar kualitas yang semakin tinggi.
Di era media sosial dan ekonomi kreatif, tren visual bergerak cepat. Namun, yang mampu bertahan bukan mereka yang sekadar mengikuti tren, melainkan yang memahami dasar komunikasi visual dan mampu beradaptasi. Oleh karena itu, kurikulum Program Studi DKV UBSI dirancang untuk membangun fondasi konseptual yang kuat sekaligus keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.
Kuliah di Desain Komunikasi Visual UBSI tidak hanya berfokus pada penguasaan tools. Mahasiswa dilatih berpikir konseptual, kritis, dan reflektif. Mereka belajar menerima kritik, mempertahankan gagasan, serta menyadari bahwa setiap karya desain memiliki dampak sosial dan publik.
Program studi ini cocok bagi individu yang gemar bereksperimen, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan siap menghadapi dinamika dunia kreatif. Proses belajar di DKV UBSI memandang kegagalan bukan sebagai aib, melainkan bagian penting dari pembentukan karakter dan kualitas karya.
Melalui pendekatan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri kreatif, Program Studi Desain Komunikasi Visual di Universitas Bina Sarana Informatika membekali mahasiswa dengan keseimbangan antara kreativitas, strategi, dan kepekaan konteks.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong lahirnya insan kreatif yang tidak hanya mahir secara visual, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif melalui karya desain.
Di tengah dunia yang semakin visual, desain bukan lagi pilihan tambahan. Ia telah menjadi cara manusia berbicara, dan DKV UBSI menyiapkan mereka yang siap berbicara melalui visual dengan sadar dan bermakna.

1 week ago
13











































