Mahathir Mohamad: Israel Lebih Buruk daripada Binatang

2 hours ago 1

Mohammed al-Neder (21 tahun) berduka atas jenazah saudara laki-lakinya yang berusia 4 bulan, Ahmed, yang terbunuh oleh tembakan Israel, saat pemakamannya di Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza, Sabtu, 20 Desember 2025. Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengecam lsrael yang terus membunuh warga Paalestina di Jalur Gaza meski telah menyepakati gencatan senjata dengan Hamas.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengecam lsrael yang terus membunuh warga Paalestina di Jalur Gaza meski telah menyepakati gencatan senjata dengan Hamas. Dia menyoroti upaya Israel mencegat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

"70.000 warga Palestina di Gaza telah dibunuh oleh Israel. Tetapi mereka masih terus membunuh bahkan selama gencatan senjata. Monster macam apa Israel ini? Mereka lebih buruk daripada binatang," kata Mahathir lewat akun X resminya, Jumat (2/1/2026).

"Dan sekarang mereka memblokir pasokan obat-obatan dan makanan ke Gaza. Bahkan dokter pun dilarang memasuki Gaza untuk merawat orang sakit dan terluka di rumah sakit yang telah dihancurkan oleh orang-orang biadab Israel," kata Mahathir menambahkan.

Politisi senior Malaysia mengatakan, tindakan-tindakan Israel tersebut disaksikan dunia. "Tetapi dunia tidak dapat berbuat apa-apa karena Amerika Serikat secara aktif melindungi orang-orang biadab Israel," ujarnya.

Mahathir berpendapat, dengan apa yang berlangsung di Gaza, umat manusia tak dapat mengeklaim sebagai makhluk beradab. "Kita telah jatuh ke tingkat biadab. Kita melihat ketidakadilan yang mengerikan, pembantaian, pembunuhan tanpa batas, dan kita tidak berbuat apa-apa," ujarnya.

Saat ini Israel tengah menghadapi gelombang kritik dan kecaman baru menyusul keputusannya melarang 37 organisasi kemanusiaan internasional di Gaza. Seluruh organisasi tersebut diperintahkan menghentikan kegiatan mereka pada Maret 2026.

Beberapa organisasi kemanusiaan yang akan dilarang operasinya oleh Israel antara lain Doctors Without Borders (MSF), Norwegian Refugee Council, World Vision International, CARE, dan Oxfam. Israel memberlakukan larangan karena organisasi-organisasi terkait menolak menyerahkan detail informasi tentang warga Palestina yang menjadi staf mereka.

Read Entire Article
Food |