Menkeu Purbaya Dipertahankan, Pengamat Nilai Pasar Merespons Positif

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepastian posisi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dinilai menjadi salah satu sentimen positif yang mendorong penguatan pasar keuangan domestik. Stabilitas di sektor fiskal dianggap penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan kepastian keberlanjutan kepemimpinan di Kementerian Keuangan memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar karena mengurangi ketidakpastian arah kebijakan pemerintah.

"Stabilitas di level kementerian memberi sinyal positif bagi investor karena mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek," kata Esther, Jumat (12/6/2026).

Sentimen tersebut tercermin dari kinerja pasar keuangan domestik yang menguat pada akhir perdagangan Jumat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 2,07 persen ke level 6.007,65 dengan nilai transaksi mencapai Rp 21,60 triliun. Sebanyak 615 saham menguat, 108 saham melemah, dan 93 saham bergerak stagnan.

Penguatan juga terjadi pada nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda ditutup di level Rp 17.860 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 128 poin atau 0,71 persen dibandingkan posisi pembukaan perdagangan.

Menurut Esther, penegasan posisi Menkeu Purbaya memberikan kepastian terhadap arah kebijakan fiskal nasional. Kepastian tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong investor untuk kembali menempatkan dananya di pasar domestik.

Meski demikian, Esther mengingatkan bahwa penguatan rupiah dan IHSG tidak cukup hanya ditopang oleh sentimen jangka pendek. Pemerintah perlu memastikan sejumlah faktor fundamental agar kepercayaan investor dapat terus terjaga.

Ia menyebut sedikitnya ada tujuh faktor utama yang menjadi pertimbangan investor global dalam menanamkan modalnya di Indonesia. Pertama, kepastian hukum dalam berusaha. Kedua, prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Ketiga, ketersediaan bahan baku yang memadai.

Selain itu, diperlukan ekosistem usaha yang mendukung, integrasi dengan rantai pasok global, ketersediaan infrastruktur seperti energi, listrik dan air yang memadai, serta harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Jika faktor-faktor tersebut dapat dipenuhi, maka arus modal asing akan lebih mudah masuk ke Indonesia dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah maupun pasar modal dalam jangka panjang," ujar Esther.

Read Entire Article
Food |