PNM Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Jaga Kesehatan Mental Anak

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesehatan mental anak menjadi perhatian yang semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Dukungan keluarga, pola asuh yang hangat, dan lingkungan yang aman dinilai menjadi faktor penting dalam membantu anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sepanjang 2023 hingga 2025 terdapat 116 kasus pengakhiran hidup pada anak usia 10-18 tahun. Kasus terbanyak terjadi pada kelompok usia 13-17 tahun, yang umumnya tengah menjalani masa transisi menuju remaja.

Merespons kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menggelar kegiatan pemberdayaan keluarga di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi keluarga, khususnya para ibu, untuk memahami pentingnya kesehatan mental anak serta peran orang tua dalam memberikan pendampingan selama masa tumbuh kembang.

Menurut dia, anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk didengar, dipahami, dan didampingi, terutama saat menghadapi berbagai perubahan pada fase penting kehidupan mereka.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar bersama bagi keluarga agar semakin memahami pentingnya kesehatan mental anak dan bagaimana orang tua dapat memberikan pendampingan yang tepat dalam proses tumbuh kembang mereka," ujar Kindaris dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Selain edukasi pengasuhan, kegiatan tersebut juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta aktivitas belajar informal bagi anak-anak. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Kindaris menjelaskan bahwa pemberdayaan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial, tetapi juga ekonomi. Karena itu, PNM turut mendorong pengembangan potensi usaha lokal melalui pembinaan klaster usaha buah pala di wilayah Bajawa.

Melalui pendampingan, pembiayaan, dan pelatihan usaha, perempuan prasejahtera diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha ultra mikro sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Menurut Kindaris, perempuan yang memiliki akses terhadap pengetahuan dan peluang ekonomi akan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Ia menilai pemberdayaan perempuan dan penguatan peran keluarga merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak.

"PNM percaya, perempuan yang berdaya dapat membawa perubahan baik di rumah maupun lingkungan sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung para ibu agar semakin mandiri, sekaligus lebih memahami pentingnya pola asuh yang penuh perhatian," katanya.

Kindaris menambahkan kesehatan mental anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

"Kesehatan mental anak adalah tanggung jawab bersama, dan setiap anak berhak tumbuh dalam ruang yang aman, sehat, dan penuh empati," ujarnya.

Read Entire Article
Food |