Menlu Arab dan Turki Ungkap Zionis Halangi AS Berdamai dengan Iran

4 hours ago 5

Menlu Turki, Hakan Fidan.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Para pemimpin Arab dan Turki melakukan kontak dan pertemuan di Riyad, Arab Saudi, sepanjang akhir peran lalu. Pertemuan tersebut membahas masalah krusial dan kegentingan yang terjadi di kawasan Timur Tengah (Timteng) selama perang Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Republik Islam Iran.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan yang terlibat dalam pertemuan itu mengungkapkan sejumlah fakta terkini dan realitas geopolitik kawasan yang bakal berubah drastis pada masa-masa mendatang akibat peperangan saat ini.

1. Perang akan berlangsung panjang

Bersama Fidan, dalam perjumpaan tersebut dihadiri oleh Menlu Arab Saudi sebagai tuan rumah dan pemberi jaminan perlindungan. Menlu Qatar, dan menlu Uni Emirates Arab (UEA) juga turut hadir. Kepada Anadolu Agency, Fidan mengungkapkan dari pembicaraan sepanjang Jumat hingga Sabtu (20/3/2026), para emimpin Arab meyakini perang Zionis-AS dengan Iran bakal berlangsung lebih panjang dari yang diperkirakan.

“Negara-negara Teluk memperkirakan perang yang saat ini terjadi akan berlangsung selama dua sampai tiga pekan lagi,” kata Fidan. Sangat sulit untuk memprediksi apakah AS-Zionis maupun Iran bersedia untuk masuk ke meja perundingan untuk gencatan senjata.

2. Zionis pengaruhi AS untuk tak berdamai

Fidan juga mengungkapkan dari lintas komunikasi yang selama ini dilakukan para pemimpin Arab, terungkap adanya kengototan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar Presiden AS Donald Trump tak menghentikan serangan ke wilayah Iran. Hal tersebut, kata Fidan, membuat segala usaha untuk membawa pihak Israel dan AS, bersama Iran ke penghentian perang sementara atau gencatan senjata untuk mencapai perdamaian menjadi aksi yang sia-sia.

“Israel mencoba memengaruhi AS dan akan tetap berusaha untuk mencegah terjadinya gencatan senjata,” ungkap Fidan.

Hal tersebut yang diyakini para pemimpin Arab tentang peperangan yang saat ini berlangsung di kawasan bakal semakin panjang. “Bahwa negosiasi selama perang ini berlangsung akan menjadi sangat tidak mungkin,” ujar Fidan.

3. Kesenjangan baru Netanyahu dengan Trump  

Para pemimpin-pemimpin Arab itu juga mengungkapkan tentang Netanyahu yang memengaruhi Trump agar tak melakukan gencatan senjata dengan Iran menunjukkan adanya kebuntuan antara Zionis Israel dengan AS. “Ada penilaian yang berkembang bahwa posisi AS dan Israel yang saat ini semakin menjauh,” kata Fidan.

Read Entire Article
Food |