Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran Jika Selat Hormuz tak Dibuka dalam 48 Jam

4 hours ago 5

Presiden AS Donald J Trump menyampaikan pidato kenegaraan pada sesi gabungan Kongres di House Chamber of the US Capitol di Washington, DC, AS, 24 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum untuk Iran dalam perkembangan terbaru, Ahad (22/3/2026). Dalam unggahannya di media sosial, Trump mengancam Amerika Serikat akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tak dibuka dalam waktu 48 jam. 

"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam waktu 48 JAM sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PEMBANGKIT LISTRIK mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!” kata Trump di media sosial.

Trump menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengamankan Selat Hormuz seiring melonjaknya harga minyak. Penyerangan ke pangkalan sumber listrik akan jadi eskalasi dramatis jika benar terjadi.

Harga minyak Brent pada Ahad (22/3/2026) bertahan di posisi 112 dolar AS per barel. Harga tersebut sudah naik 57 persen sejak awal bulan.

Ancaman ini padahal hanya sehari setelah Trump berbicara tentang upaya “meredakan” perang. Ekskalasi ini telah memasuki fase baru yang berbahaya setelah Iran untuk pertama kalinya menembakkan rudal jarak jauh.

Kepala Militer Israel Eyal Zamir mengatakan Iran meluncurkan dua rudal balistik dengan jangkauan 4.000 kilometer ke pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia. Militer Israel menyebut ini sebagai “pertama kalinya” Iran menggunakan rudal jarak jauh sejak Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari.

“Rudal-rudal ini tidak dimaksudkan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai ibu kota Eropa — Berlin, Paris, dan Roma semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung,” kata Zamir dalam sebuah pernyataan.

sumber : AP/Reuters

Read Entire Article
Food |