Menteri Kebudayaan Dorong Museum Pos Indonesia Jadi Ruang Edukasi Modern

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya nasional melalui pengembangan Museum Pos Indonesia sebagai ruang edukasi dan penguatan identitas bangsa. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan kunjungan langsung ke museum yang berlokasi di Jalan Cilaki, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu lalu.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Kementerian Kebudayaan untuk mendorong museum-museum tematik di Indonesia agar semakin relevan bagi masyarakat, khususnya generasi muda. "Museum Pos bukan hanya menyimpan koleksi, tetapi menceritakan perjalanan bangsa. Peran pos sangat penting dalam sejarah Indonesia, termasuk pada masa perjuangan kemerdekaan," ujar Fadli Zon melalui keterangan resminya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon meninjau berbagai koleksi yang merekam sejarah perkembangan layanan pos dan komunikasi di Indonesia. Koleksi yang dipamerkan mencakup peralatan pos, koleksi prangko, kotak surat, hingga arsip-arsip bersejarah yang bernilai tinggi.

Bangunan Cagar Budaya Bernilai Sejarah Tinggi

Selain meninjau koleksi museum, Menbud juga mengunjungi bangunan Kantor Pos Bandung yang telah berusia lebih dari satu abad dan berstatus cagar budaya. Ia menilai bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan layak memperoleh pengakuan sebagai cagar budaya tingkat nasional.

Menurut Fadli Zon, museum memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi sekaligus menghidupkan kembali budaya menulis surat sebagai bentuk ekspresi dan kedekatan antarmanusia. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap tradisi filateli karena prangko dinilai sebagai bagian dari kebudayaan material yang merekam berbagai peristiwa dan identitas bangsa.

Sebagai bentuk nyata penguatan literasi, Kementerian Kebudayaan pada tahun lalu telah menggelar Lomba Menulis Surat untuk Pahlawan. Program ini diikuti oleh lebih dari 34 ribu peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Seluruh surat ditulis tangan, dilengkapi prangko, dan dikirim melalui layanan PT Pos Indonesia.

Apresiasi dan Rencana Pengembangan

Direktur Komersial PT Pos Indonesia, Fahdel Akbar, mengapresiasi kunjungan Menteri Kebudayaan. Ia menilai kunjungan ini menjadi dorongan yang signifikan bagi pengembangan Museum Pos Indonesia menjadi ruang edukasi yang lebih modern dan interaktif.

Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan terus mendorong peningkatan kualitas tata pamer, penguatan narasi sejarah, serta pemanfaatan teknologi digital di berbagai museum tematik. Langkah ini diharapkan agar museum semakin menarik dan mampu memperkuat identitas budaya Indonesia.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |