Menteri LH Dorong Wonosobo Garap Potensi Ekonomi Karbon

4 hours ago 3

Sejumlah pengunjung berjalan melalui jembatan bambu di wisata alam Kebun Teh Tambi Sikatok di Dusun Sikatok, Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (22/10/2022). Destinasi wisata alam seluas sekitar 6,6 hektare yang menyuguhkan pemandangan perkebunan teh serta alam di kawasan lereng Gunung Sindoro tersebut dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat setempat bekerja sama dengan PT Perkebunan Tambi guna meningkatkan perekonomian warga sekitar perkebunan.

REPUBLIKA.CO.ID, WONOSOBO -- Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah ekonomi melalui perdagangan karbon. Potensi tersebut ditopang kerimbunan vegetasi, kawasan hutan, serta partisipasi masyarakat dalam penghijauan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, potensi perdagangan karbon di Wonosobo dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Ada perdagangan karbon yang nilainya besar sekali. Perdagangan karbon sama dengan perdagangan oksigen. Yakni, oksigen yang dihasilkan dari kegiatan penanaman pohon bisa dikompensasikan dengan nilai uang," kata Jumhur dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Ahad (9/8/2026).

Jumhur menegaskan, Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen memastikan perdagangan karbon berjalan transparan agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan langkah Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang menggerakkan masyarakat menanam ratusan ribu pohon kopi di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing. Penanaman tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

Selain perdagangan karbon, Jumhur melihat potensi ekonomi Wonosobo dari sektor pariwisata berbasis lingkungan. Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan Festival Balon Udara yang dinilai memiliki daya tarik wisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Saya lagi berpikir dan tadi sudah ngobrol-ngobrol dengan Bupati Wonosobo dan tokoh Wonosobo tentang eco-tourism yaitu pariwisata yang terkait dengan pemuliaan lingkungan," ujar Jumhur.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, pengembangan pariwisata berbasis keindahan dan kelestarian alam dapat menjadi keunggulan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pengembangan potensi tersebut membutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

KLH/BPLH optimistis daerah-daerah di Indonesia dapat berkembang menjadi wilayah yang maju dan mandiri melalui penguatan sektor pariwisata dengan tetap menjaga kelestarian ekologis bagi generasi mendatang.

Read Entire Article
Food |