REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Turki mengungkap detail terbaru kapal induk MUGEM yang saat ini sudah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan diserahkan kepada Angkatan Laut Turki pada 2032.
Namun yang membuat proyek ini menarik bukan hanya ukurannya yang mencapai 60 ribu ton, melainkan konsepnya yang dirancang untuk mendukung operasi udara, permukaan laut, dan bawah laut dalam satu platform.
"MUGEM akan menjadi kapal induk terbesar yang pernah dibangun Turki. Konstruksi sedang berlangsung," kata Laksamana Muda Hakan Uçar, Komandan Komando Teknik Angkatan Laut Turki, pada Combined Naval Event (CNE) 2026 di Farnborough, Inggris, sebagaimana diberitakan Naval News beberapa hari lalu.
Yang menarik, presentasi tersebut tidak hanya menampilkan desain, tetapi juga foto-foto blok baja yang telah mulai dirakit di Galangan Kapal Angkatan Laut Istanbul.
Artinya, proyek yang selama ini banyak dibahas di atas kertas kini telah memasuki tahap pembangunan fisik.
Seberapa besar kapal yang sedang dibangun Turki ini? Menurut spesifikasi terbaru, MUGEM memiliki panjang 285 meter, lebar maksimum 72 meter, kedalaman lambung 10,1 meter, dan bobot perpindahan sekitar 60 ribu ton. Kapal ini dirancang memiliki kecepatan maksimum lebih dari 26 knot dengan jangkauan hingga 10 ribu mil laut pada kecepatan jelajah 14 knot.
Kapal tersebut juga mampu menampung hingga 2.500 personel. Angka itu jauh lebih besar dibanding jumlah awak sekitar 800 orang yang pernah disebut dalam informasi sebelumnya. Kapasitas tersebut kemungkinan mencakup awak kapal, personel sayap udara, staf komando, teknisi, serta unsur pendukung lainnya yang bertugas di atas kapal.
Lalu seperti apa kekuatan udara yang akan dibawanya? Turki mengungkap MUGEM akan mengoperasikan 52 pesawat dan wahana udara, meningkat dari rencana sebelumnya yang berjumlah sekitar 50 unit. Sayap udara kapal ini akan diisi platform buatan dalam negeri, mulai dari Hürjet versi angkatan laut, drone tempur Kızılelma, UCAV siluman Anka-3, hingga drone TB-3.
Seluruhnya akan beroperasi menggunakan konsep STOBAR (Short Take-Off But Arrested Recovery) melalui landasan lompatan ski dengan sudut 12 derajat.
Komposisi sayap udara tersebut menunjukkan besarnya peran industri pertahanan Turki dalam proyek kapal induk masa depan ini. Namun kejutan terbesar ternyata bukan berada di dek penerbangannya.

18 hours ago
12













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)

