Neraka Dimona, Ini Rahasia Sukses Besar Iran Pecundangi Sistem Pertahanan Udara Canggih Israel

13 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Di Gurun Negev yang biasanya tenang, keheningan malam terpecah oleh ledakan-ledakan dahsyat di kota Dimona, tak jauh dari pusat-pusat utama satu-satunya arsenal nuklir di Timur Tengah. Begitu juga di jalan-jalan kota Arad, sebelah timur Beersheba.

Ini merupakan eskalasi baru dari Iran, yang dilakukan sebagai balasan atas serangan Israel-AS yang menargetkan Kota Natanz, tempat reaktor nuklir Iran berada.

Di Dimona, rudal Iran lolos dari sistem pertahanan Iron Dome dan jatuh sekitar 20 kilometer dari pusat penelitian nuklir, sedangkan di Arad, rudal-rudal Iran menghantam dan menghancurkan lebih dari delapan bangunan perumahan.

Seorang warga Israel terluka, ambulans berbaris, dan dalam hitungan jam, 200 tempat tidur rumah sakit terisi oleh korban luka. Pentingnya serangan ini tidak hanya terletak pada skala kerusakan dan korban, tetapi juga pada apa yang terungkap mengenai keberhasilan Iran dengan rudalnya membobol wilayah udara Israel menembus pertahanan dan mencapai lingkungan yang sangat terlindungi secara politik dan keamanan.

Bagaimana sistem pemandu rudal Iran berkembang hingga membuat rudalnya lebih akurat dan mampu bermanuver dalam perang saat ini?

Sistem-sistem ini mencakup sensor dan komputer yang mengukur pergerakan dan arah roket, lalu membandingkannya dengan lintasan yang diinginkan, sehingga mengirimkan perintah ke mesin atau sayap kendali untuk menyesuaikan lintasan jika roket menyimpang dari jalurnya.

Untuk memahami konsep ini, bayangkan Anda mengemudikan mobil ke suatu tempat dengan mengandalkan aplikasi yang bergantung pada sistem navigasi global "GPS".

Selama perjalanan, perangkat tersebut terus-menerus menentukan lokasi Anda serta memberi petunjuk jika Anda menyimpang dari jalur yang benar.

Sistem pemandu rudal memiliki fungsi yang serupa. Sistem ini menggunakan data internal atau eksternal untuk menentukan posisi rudal dan mengoreksi jalurnya menuju sasaran.

Hasil akhirnya adalah peningkatan akurasi serangan dan pengurangan tingkat kesalahan secara signifikan, sehingga mengubah rudal menjadi senjata strategis yang mampu menghantam fasilitas tertentu atau sasaran militer tertentu dengan sangat akurat.

Hal ini bertepatan dengan upaya Iran untuk memperoleh dukungan teknis dari luar negeri. Pada akhir dekade 1980-an dan awal 1990-an, Teheran menandatangani perjanjian ilmiah dan militer dengan Tiongkok dan Korea Utara guna memperoleh pengetahuan yang diperlukan di bidang rudal.

Read Entire Article
Food |