Niat Bantu Pendemo, Bambang Kurniawan Meninggal Diduga Dipukuli Massa

15 hours ago 12

Oleh: Rizky Suryarandika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi rusuh massa yang muncul usai unjuk rasa 27 Agustus 2026 menyisakan air mata. Ini menyusul meninggalnya penjual cermin, Bambang Kurniawan (60 tahun) diduga dikeroyok oleh massa perusuh di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. 

Istri Bambang, Sudarsih menceritakan masih berjualan cermin bersama suaminya hingga Kamis sore. Keduanya sepakat tutup toko lebih dulu karena ada aksi unjuk rasa. 

"Tutupnya (toko) itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa udah dari sana udah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, 'Itu massa udah banyak,' saya bilang tutup. Dia pas ngelihat, 'Oh ya udah tutup.' Saya tutupin lah kan," kata Sudarsih kepada wartawan, Jumat (28/8/2026). 

Selanjutnya, Bambang bersama anaknya sempat menemani tentangganya berobat ke Rumah Sakit Pelni. Lalu Bambang dan anaknya pulang sekitar pukul 20.30-21.00 WIB. Bambang sempat memberitahu istrinya ingin menyaksikan demo. Sudarsih menyebut Bambang biasa membantu pendemo sebisanya. 

"Enggak lama setelah aman (massa pendemo berkurang), dia keluar. Saya berpikir karena ada anak saya, saya enggak cegah kan. Saya diemin aja keluar karena alasan dia memang biasanya kalau ada kejadian ini kan enggak sekali ini aja. Dia tuh cuma nonton. Kadang-kadang ngebantu ngucurin air buat cuci muka (mengurangi efek kena gas air mata)," ujar Sudarsih. 

Sudarsih mempersilahkan Bambang. Berjam-jam berlalu, Bambang tak kunjung pulang. Sudarsih lalu mencari suaminya sekitar pukul 01.30 WIB.

"Saya berharap bapaknya itu masih ngobrol sama temen-temennya nih. Saya kesitu, anak saya sempat ngomong, 'Mah, tadi saya udah dari situ tapi enggak ada.' Ya barangkali aja tadi Bapak ngumpet ke mana terus sekarang udah ngobrol di situ kan kita enggak tahu. Saya masih berharap ketemu kan, ternyata saya ke situ enggak ada," ujar Sudarsih. 

Sudarsih pulang untuk memejamkan mata sejenak. Sekitar pukul 02.30 WIB, Sudarsih bangun karena suaminya belum terbaring tidur bersamanya. Di saat itulah, pikiran Sudarsih berkecamuk. Apalagi anak Sudarsih juga belum menemukan ayahnya. 

"Dia (anak Sudarsih) nanya saya, 'Mah, emang Bapak udah di rumah?' 'Enggak ada, saya bilang belum pulang. Nah, saya tahunya fix kalau dia bener-bener udah jadi korban gitu sekitar jam 04.00 WIB lah. Jam 04.00 WIB itu saya baru fix tahu kalau dia (Bambang Belum ketemu)," ujar Sudarsih. 

Read Entire Article
Food |