REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengingatkan warga di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat untuk waspada terhadap paparan debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di wilayah itu, Paparan debu yang menyerupai salju tersebut bisa berdampak terhadap kesehatan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak paparan debu kapur, namun tidak panik. Masyarakat diminta untuk menggunakan masker saat berada di wilayah terdampak, membatasi aktivitas luar ruangan apabila debu sedang tinggi, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar," imbuh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KBB, Lia Nurliani Sukandar saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).
Lia menjelaskan, paparan debu itu bisa menyebabkan batuk, tenggorokan terasa gatal atau kering, bersin, pilek, serta mata perih, merah, atau berair. Hal itu sudah ditemukana usai Tim Surveilans Dinkes KBB melakukan pengecekan ke lokasi terdampak. Debu dari aktivitas pengolahan batu kapur itu bahkan sampai masuk ke dalam rumah.
"Pada warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru, terdapat keluhan sesak napas yang lebih mudah muncul atau kambuh ketika paparan debu meningkat. Oleh karena itu, kelompok rentan perlu lebih berhati-hati dan segera memeriksakan diri apabila keluhan tidak membaik," ucap dia.
Debu kapur, kata Lia menjelaskan, merupakan partikel yang dapat mengganggu kesehatan apabila terhirup, terutama bila paparannya tinggi, berulang, atau terjadi dalam waktu lama. Kelompok yang lebih rentan mengalami keluhan adalah balita, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma, PPOK, atau alergi saluran napas.
Dampak kesehatan yang dapat timbul antara lain iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Keluhan yang biasa muncul berupa mata merah atau perih, mata berair, bersin, pilek, tenggorokan gatal atau kering, batuk, serta rasa sesak pada sebagian orang.
"Pada masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru, paparan debu dapat memperberat keluhan dan memicu kekambuhan. Apabila paparan terjadi terus-menerus tanpa pengendalian, debu juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah terdampak," kata Lia.

2 hours ago
2


























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524652/original/016596800_1772963486-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527962/original/042466100_1773221151-pexels-pixabay-248509.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528779/original/012654500_1773295183-2148501558.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529965/original/052248300_1773387981-Screenshot_2026-03-13_143501.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508736/original/048938100_1771591581-pexels-tijana-drndarski-449691-4294730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510348/original/020953300_1771826496-pexels-leongsan-33964763.jpg)