Para Politisi Demokrat Persoalkan Serangan Trump ke Venezuela: Kita Menjadi Penindas Dunia

1 week ago 13

Kepulan asap terlihat di bandara La Carlota setelah terjadinya ledakan di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan dugaan penangkapan Presiden Nicolas Maduro telah memicu reaksi keras di Washington, DC.

Mayoritas anggota parlemen Demokrat mengutuk tindakan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (3/1/2025) terhadap negara berdaulat di Amerika Selatan tersebut dan pemimpinnya. Mereka menyatakan, tindakan Trump melanggar hukum internasional dan tidak memiliki persetujuan Kongres.

Sementara itu, anggota Partai Republik Trump membela serangan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk membendung perdagangan narkoba ke AS, lapor Al Jazeera.

Anggota Kongres dari Demokrat Rashida Tlaib menegaskan, pengeboman ilegal disertai provokasi Trump terhadap Venezuela dan penculikan presidennya merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan Konstitusi AS. "Ini adalah tindakan negara yang buruk,” tulis Tlaib di media sosial.

“Rakyat Amerika tidak menginginkan perang perubahan rezim lain di luar negeri,"tambah dia.

Senator Demokrat Andy Kim menuduh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth berbohong ketika mereka mengatakan kepada anggota parlemen selama pengarahan Senat bulan lalu bahwa kampanye tekanan AS terhadap Venezuela bukanlah tentang perubahan rezim.

“Saya tidak mempercayai mereka saat itu dan sekarang kita melihat bahwa mereka secara terang-terangan berbohong kepada Kongres,” tulis Kim di X.

“Trump menolak proses persetujuan yang diwajibkan secara Konstitusional untuk konflik bersenjata karena pemerintah tahu bahwa rakyat Amerika secara mayoritas menolak risiko menyeret negara kita ke dalam perang lain.”

Read Entire Article
Food |