REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG, – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerapkan pengawasan berbasis teknologi informasi dengan memasang lebih dari 100 kamera pengawas atau CCTV untuk mengawal pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU. Langkah ini merupakan terobosan baru dalam sejarah penyelenggaraan muktamar guna memastikan seluruh kegiatan berjalan transparan dan terkendali.
Pemasangan CCTV tersebut terintegrasi langsung dengan sebuah command center atau pusat kendali. Dari ruang kendali ini, panitia dapat memantau secara real-time berbagai titik vital di arena muktamar yang berpusat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa pemantauan mencakup area yang sangat luas. "Ini hal yang baru dalam penyelenggaraan muktamar. Kita bisa mengetahui semua yang terjadi di arena utama, mulai tempat persidangan, tower, akomodasi, konsumsi maupun di jalan-jalan," ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya, di Jombang, Selasa.
Mekanisme Pelaporan dan Tindak Lanjut Cepat
Sistem pengawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pantau pasif. Gus Ipul menambahkan bahwa sistem tersebut dilengkapi dengan mekanisme pelaporan dan tindak lanjut. Setiap kejadian atau insiden yang tertangkap kamera dapat segera ditangani oleh petugas yang telah ditentukan, sehingga potensi masalah bisa diatasi dengan cepat.
Lebih lanjut, teknologi ini juga dimanfaatkan untuk mendukung layanan peserta. Seluruh proses pendaftaran dan kegiatan peserta tercatat secara digital dalam sistem. Bahkan, data peserta yang telah ditetapkan secara resmi sudah dapat diketahui oleh panitia sebelum mereka tiba di lokasi muktamar.
"Semua ini agar muktamar lebih transparan, terkendali dan menggunakan mekanisme yang terukur. Mudah-mudahan dengan adanya command center ini layanan menjadi lebih mudah, cepat mengatasi masalah dan segera mencarikan jalan keluar," jelasnya.
Simulasi dan Kesiapan SDM
Saat ini, persiapan panitia difokuskan pada penyempurnaan layanan kepada peserta. Sarana dan prasarana fisik diklaim hampir seluruhnya selesai, dan panitia sudah mulai melakukan simulasi pelayanan. Sumber daya manusia yang terlibat juga telah menjalani bimbingan teknis agar mampu memberikan pelayanan optimal selama muktamar berlangsung.
"Persiapan terutama yang menyangkut hal-hal pelayanan terhadap peserta. Sarana-prasarana sudah hampir selesai semua. Sekarang menyempurnakan layanan dan sudah mulai simulasi," ujar Gus Ipul.
Terkait rencana pembukaan acara, panitia telah mengundang Presiden Prabowo Subianto secara resmi dan sedang berkoordinasi dengan protokol Istana. Panitia berharap agenda pembukaan oleh Presiden dapat berlangsung sesuai rencana.
Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Agenda utama forum tertinggi organisasi ini adalah membahas berbagai persoalan organisasi serta menentukan arah perjalanan NU ke depan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
8







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)





