Pelaku Usaha Perlu Adaptif, Digitalisasi Jadi Kunci Kelola Bisnis

7 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaku usaha kini dituntut semakin adaptif di tengah perubahan ekonomi dan meningkatnya kompleksitas transaksi. Pengelolaan keuangan yang rapi dan efisien menjadi kunci agar usaha tetap bertahan sekaligus berkembang.

Di lapangan, banyak pelaku usaha kecil dan menengah mulai menyadari pentingnya pencatatan keuangan yang lebih tertata. Tanpa itu, arus kas sulit dipantau dan keputusan bisnis kerap terlambat diambil.

Direktur Business Banking CIMB Niaga, Rusly Johannes, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk menjawab tantangan tersebut. “Digitalisasi pengelolaan keuangan bisnis menjadi langkah penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dalam Press Launch OCTOBIZ di Jakarta, Senin (6/4/2026). 

Menurut dia, pelaku usaha saat ini membutuhkan sistem yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu memahami kondisi keuangan secara menyeluruh, mulai dari arus kas hingga posisi aset dan kewajiban.

Kebutuhan itu sejalan dengan perubahan perilaku pelaku usaha yang semakin mengandalkan teknologi. Sistem yang mampu menampilkan data secara real time dinilai membantu pelaku usaha mengambil keputusan lebih cepat dan terukur.  

Sejumlah langkah sederhana dinilai bisa dilakukan masyarakat dalam mengelola usaha. Di antaranya memisahkan keuangan pribadi dan usaha, rutin mencatat arus kas, serta menjaga likuiditas agar operasional tetap berjalan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Di sisi lain, perbankan mulai menghadirkan solusi digital untuk mendukung kebutuhan tersebut. CIMB Niaga, misalnya, meluncurkan OCTOBIZ, platform digital terintegrasi yang memungkinkan pelaku usaha mengelola berbagai transaksi dalam satu sistem.

Melalui platform ini, pelaku usaha dapat memantau arus kas, melakukan pembayaran, mengatur penggajian, hingga transaksi lintas negara dalam satu dashboard. Sistem ini juga dilengkapi fitur keamanan berlapis dan dapat diakses melalui web maupun aplikasi mobile.  

Sejak diperkenalkan awal tahun ini, platform tersebut telah digunakan lebih dari 20 ribu perusahaan. Hal ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap sistem yang lebih praktis dan terintegrasi.  

Meski demikian, pelaku usaha diingatkan tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi. Disiplin dalam mengelola keuangan tetap menjadi faktor utama, termasuk dalam membaca risiko dan menjaga keberlanjutan usaha.

Dengan kombinasi pengelolaan yang baik dan pemanfaatan teknologi, pelaku usaha diharapkan mampu menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di tengah perubahan ekonomi.

Read Entire Article
Food |