Peluang Kerja Terbatas, 27 Ribuan Warga Jateng Pilih Jadi PMI Sepanjang 2025

1 week ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Dewi Ariani, mengungkapkan, sepanjang 2025, terdapat 27 ribuan warga Jateng yang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Dia mengatakan, jumlah tersebut merupakan yang tertinggi selama setidaknya lima tahun terakhir. Keterbatasan peluang pekerjaan di dalam negeri menjadi salah satu faktor mereka memilih menjadi PMI.

"Dari angkatan penempatan (PMI asal) Jawa Tengah, sampai Desember kemarin itu kurang lebih 27 ribuan sekian," ungkap Dewi ketika diwawancara, Jumat (2/12/2025). 

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih memproses data terkait penempatan PMI asal Jateng sepanjang 2025. "Nanti bisa saya jawab angka pastinya berapa (jumlah PMI asal Jateng). Tapi kisarannya kurang lebih 27 ribu sekian," ucapnya. 

Dewi menerangkan, 27 ribu PMI asal Jateng tersebut bekerja di negara-negara yang memang sudah menjadi tujuan "langganan", seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Mayoritas dari mereka bekerja di sektor informal, seperti menjadi asisten rumah tangga (ART). 

Menurut Dewi, dari 27 ribuan PMI asal Jateng, sekitar enam ribuan di antaranya bekerja di sektor formal. "Yang formal ini biasanya bekerja di pabrik atau manufaktur, menjadi perawat di rumah sakit, atau menjadi caretaker di panti yang merawat orang tua, dan di sektor hospitality seperti hotel atau restoran," ujarnya. 

Dia mengungkapkan, jumlah penempatan PMI asal Jateng pada 2025 merupakan yang tertinggi selama lima tahun terakhir. "Tahun lalu itu 24 ribu sekian, tahun 2023 jumlahnya 25 ribuan sekian. Jadi kadang naik, kadang turun. Tapi 2025 ini tertinggi kalau dibandingkan lima tahun terakhir," kata Dewi. 

Dewi menerangkan, salah satu faktor meningkatnya jumlah PMI, khususnya asal Jateng, adalah keterbatasan lowongan pekerjaan. "Kalau ada peningkatan, otomatis berarti peluang usaha atau peluang pekerjaan di dalam negeri itu terbatas. Sedangkan kebutuhan masyarakat (terhadap pekerjaan) kan banyak," ucapnya. 

Dia menambahkan, selain keterbatasan peluang pekerjaan, pertimbangan lain yang mendorong masyarakat menjadi PMI adalah tawaran gaji yang lebih besar. Dengan demikian, mereka bisa mempunyai tabungan memadai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di Tanah Air.

"Jadi harapannya dengan dia bekerja ke luar negeri, dia bisa nabung, kemudian nanti harapannya tabungannya ini bisa dimanfaatkan ketika dia pulang ke dalam negeri," kata Dewi. 

Menurut Dewi, jumlah warga Jateng yang menjadi PMI sepanjang 2025 mungkin bisa mencapai 65-66 ribuan orang. Hal itu karena terdapat warga yang proses penempatannya mendaftar di BP3MI provinsi lain, seperti di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Read Entire Article
Food |