Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berfungsi sebagai penyangga perekonomian pada awal 2026, di tengah tekanan global dan dinamika ekonomi domestik yang masih berlanjut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berfungsi sebagai penyangga perekonomian pada awal 2026, di tengah tekanan global dan dinamika ekonomi domestik yang masih berlanjut. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kinerja fiskal sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi stabilitas pelaksanaan APBN tahun ini.
“Di tengah berbagai tantangan, Kementerian Keuangan tetap dapat menyelesaikan tugas dan kewajiban tahun 2025 dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (3/1/2026).
Menurut Suahasil, kemampuan negara menuntaskan kewajiban fiskal tahun sebelumnya memastikan belanja pemerintah dan layanan keuangan negara tidak tersendat pada fase awal tahun anggaran. Kondisi ini dinilai krusial karena awal tahun kerap menentukan ritme realisasi APBN sepanjang tahun berjalan.
Ia menegaskan, APBN tetap memegang peran sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi. Peran tersebut, kata dia, menuntut disiplin fiskal, koordinasi kebijakan yang solid, serta eksekusi anggaran yang tepat waktu.
Dalam konteks itu, Suahasil menekankan pentingnya penguatan sinergi di lingkungan Kementerian Keuangan Republik RI agar kebijakan fiskal dapat dijalankan efektif sejak awal tahun. Pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan sumber daya manusia juga dinilai semakin penting seiring kompleksitas pengelolaan keuangan negara.
Suahasil menyampaikan penegasan tersebut di sela kegiatan internal Kementerian Keuangan pada awal tahun ini, yang dilakukan untuk memastikan kesiapan organisasi menghadapi tahun anggaran 2026. Pemerintah menilai keberlanjutan peran APBN sebagai penopang ekonomi bergantung pada konsistensi tata kelola fiskal dan efektivitas implementasi kebijakan.

1 week ago
13











































