REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atlet asal Australia, Joanna Wietrzyk, menjadi sorotan seusai buang air besar di celana saat ajang Ulike HYROX Beijing, China, pada Sabtu (12/9/2026). Atlet yang saat ini menempati peringkat satu dunia kategori tunggal putri itu bertanding di kategori Women's Pro.
Dalam foto-foto yang beredar, kotoran itu terlihat melumuri lengan dan kaki Wietrzyk. Perempuan berusia 22 tahun itu juga memilih untuk terus melanjutkan pertandingan dan akhirnya keluar jadi pemenang.
Lantas mengapa seseorang bisa cepirit atau buang air besar saat Hyrox? Dokter spesialis penyakit dalam, dr Kasim Rasjidi, mengatakan cepirit saat mengikuti Hyrox memang mungkin terjadi. Seperti halnya maraton dan triatlon, Hyrox termasuk olahraga dengan intensitas tinggi yang yang menuntut tubuh bekerja keras hingga batas kemampuan.
"Hyrox itu termasuk olahraga yang cukup berat atau intensitas tinggi. Apalagi dalam ajang race seperti ini, semua orang ingin mencatatkan waktu terbaiknya, jadi badan dia di-push untuk hasil terbaik," kata dr Kasim saat dihubungi Republika, Senin (14/9/2026).
Menurut dr Kasim, insiden tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor salah satunya adalah konsumsi kopi sebelum perlombaan. Kopi dapat memicu gerakan usus sehingga pada kondisi tertentu membuat seseorang lebih mudah buang air besar ketika Hyrox.
Faktor lain adalah konsumsi makanan berserat dalam jumlah besar. la mengatakan porsi besar salad maupun sayuran lain sebelum lomba dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami dorongan untuk buang air besar ketika race.
"Apalagi kalau sebelumnya minum kopi yang memicu gerakan usus, makan berserat secara masif sehingga ketika lari akan mudah terdorong ke bawah," kata dr Kasim.
Kemungkinan lainnya adalah peserta sedang mengalami infeksi yang gejalanya baru muncul saat race. Menurut dr Kasim, paparan infeksi sebenarnya bisa telah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya, tetapi gejalanya belum terlihat.
Karena itu, dr Kasim menyarankan peserta yang akan mengikuti Hyrox untuk melakukan antisipasi dengan mengenali kondisi tubuhnya masing-masing. Salah satunya dengan tidak mengonsumsi kopi sebelum perlombaan. Peserta juga disarankan menghindari makanan berserat seperti salad atau sayuran dalam jumlah besar.
"Menu pedas dan makanan tinggi lemak juga sebaiknya dihindari. Hal itu perlu diperhatikan apabila seseorang sedang mengonsumsi obat penghambat penyerapan lemak yang saat ini sedang tren," kata dr Kasim.

10 hours ago
7
















































