REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang masih membayangkan kuliah hukum sebagai hidup yang lekat dengan pasal, sidang, dan palu hakim. Padahal, di luar ruang pengadilan, ada dunia yang jauh lebih riuh. Dunia yang dipenuhi kontrak, transaksi, uang, dan keputusan bisnis yang harus diambil dengan cepat. Di ruang inilah Hukum Bisnis bekerja.
Program Studi Hukum Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) hadir untuk menjawab kebutuhan dunia usaha modern.
Program studi ini dirancang bagi mereka yang memahami bahwa bisnis tidak hanya membutuhkan kecakapan berdagang, juga pemahaman hukum sebagai fondasi pengambilan keputusan. Bukan untuk menghambat laju bisnis, melainkan memastikan setiap langkah berjalan aman dan berkelanjutan.
Dalam praktiknya, konflik hukum jarang datang secara dramatis seperti di film. Ia muncul lewat kontrak yang multitafsir, kerja sama yang berubah arah, atau keputusan bisnis yang diambil tanpa analisis risiko hukum yang matang.
Mahasiswa Hukum Bisnis UBSI disiapkan untuk membaca situasi-situasi abu-abu semacam ini.
Mahasiswa mempelajari hukum bukan sebagai teks mati yang dihafal, tetapi sebagai alat analisis strategis. Setiap pasal dipahami konteks dan implikasinya. Karena di dunia profesional, satu kalimat dalam perjanjian dapat menentukan nasib perusahaan.
Lulusan Program Studi Hukum Bisnis UBSI memiliki prospek karier yang luas. Mereka dapat berkiprah sebagai legal officer perusahaan, konsultan hukum bisnis, staf kepatuhan, analis kontrak, hingga mengisi peran strategis di lembaga keuangan dan perusahaan rintisan.
Sebagian memilih jalur advokat, dengan spesialisasi yang lebih dekat pada dunia usaha dan korporasi.
Di era ekonomi digital, peran lulusan Hukum Bisnis semakin relevan. Isu transaksi elektronik, perlindungan data pribadi, hak kekayaan intelektual, hingga tata kelola perusahaan menuntut pemahaman hukum yang adaptif. Bisnis bergerak cepat, hukum dituntut untuk berpikir cepat tanpa kehilangan prinsip.
Kuliah di Hukum Bisnis bukan berarti anti terhadap dunia usaha. Justru sebaliknya, mahasiswa diajak memahami bagaimana hukum dapat menjadi mitra strategis dalam pengambilan keputusan. Kapan harus tegas, kapan perlu fleksibel, dan kapan harus berhenti sebelum risiko berkembang menjadi masalah serius.
Program studi ini cocok bagi mereka yang gemar berpikir kritis, tertarik pada dinamika dunia bisnis, dan peka membaca risiko. Tidak harus bercita-cita menjadi pengacara ternama. Kesadaran bahwa setiap keputusan bisnis selalu membawa konsekuensi hukum sudah menjadi modal awal yang kuat.
Melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman, Program Studi Hukum Bisnis di UBSI mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional yang kompleks dan dinamis.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan teori, tetapi juga membangun cara berpikir adaptif, kritis, dan aplikatif sesuai kebutuhan dunia kerja masa kini.
Pada akhirnya, di tengah dunia bisnis yang bergerak cepat, memahami hukum bukan soal menghafal pasal. Ini tentang kemampuan mengambil keputusan secara sadar, tepat, dan bertanggung jawab.

1 week ago
12












































