Rekam Jejak Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Konsisten Mendukung Palestina

1 week ago 13

Presiden Nicolas Maduro memberikan konferensi pers di Caracas, Venezuela, Senin, 1 September 2025.

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOTA -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump mengakui Amerika Serikat telah melakukan “serangan besar-besaran” terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2026). Trump juga mengatakan pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya, ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri. Operasi ini dilakukan bersama dengan Penegak Hukum AS," tulis Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.

CBS News melaporkan bahwa penangkapan terhadap Maduro dan istrinya dilakukan komando elite AS, Delta Force.

Presiden AS Donald Trump selama berbulan-bulan telah mengancam bahwa ia akan segera memerintahkan serangan terhadap sasaran-sasaran di wilayah Venezuela. AS juga telah menyita kapal tanker minyak yang terkena sanksi di lepas pantai Venezuela. 

Sementara diketahui, Venezuela yang dipimpin Maduro terkenal karena konsistensinya mendukung Palestina. Pada akhir 2024 lalu misalnya,  Maduro, menyatakan dukungan penuh untuk Palestina dalam pertemuan puncak ke-24 Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika-Pakta Perdagangan Rakyat (ALBA-TCP) yang digelar di Venezuela, Ahad (15/12/2024).

"KTT ALBA-TCP suatu hari akan diadakan di Palestina. Saya percaya hal ini. Kita akan mengadakan KTT ini di Palestina, di Yerusalem. Insya Allah, semua orang akan menyaksikannya," ujar Maduro.

"Yerusalem akan kembali menjadi kota suci di mana semua kelompok etnis hidup bersama dalam damai. Kota itu tidak akan terus menjadi kota kekuatan Zionis, imperialis, dan penggila perang," lanjutnya.

sumber : Pusat Data Republika / Antara / Sputnik

Read Entire Article
Food |