RI tak Boleh Jadi Pasar Barang Ilegal, 1,3 Ton Ketamin Dimusnahkan di Batam

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit, penyimpanan, maupun pasar bagi barang ilegal yang masuk melalui jaringan kejahatan transnasional. Pengawasan terhadap jalur masuk Indonesia, khususnya wilayah perairan dan perbatasan, harus terus diperkuat.

Pernyataan tersebut disampaikan Djamari saat menghadiri pemusnahan barang bukti 1,3 ton ketamin hasil penggagalan penyelundupan melalui jalur laut di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

"Ini memberikan pesan kepada semua pihak bahwa Indonesia tidak boleh jadi tempat transit, tempat penyimpanan, maupun pasar untuk kejahatan transnasional," kata Djamari.

Pemusnahan barang bukti tersebut sekaligus menunjukkan besarnya tantangan pengamanan wilayah perairan Indonesia. Posisi geografis Indonesia yang berada di jalur pelayaran internasional membuat sejumlah kawasan perbatasan rentan dimanfaatkan jaringan kejahatan lintas negara untuk memasukkan barang ilegal.

Kepulauan Riau menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan pengawasan ketat karena berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional. Banyaknya pulau serta luasnya wilayah perairan membuat upaya pengawasan membutuhkan keterlibatan berbagai instansi secara terpadu.

Djamari mengakui pintu masuk barang ilegal ke Indonesia sangat luas. Jalur penyelundupan yang berhasil dibongkar aparat, menurut dia, baru merupakan salah satu dari banyak kemungkinan jalur yang dapat dimanfaatkan jaringan kejahatan.

"Kami memahami pintu masuk barang ilegal ke Indonesia sangat luas. Yang telah dibongkar ini hanya salah satu jalur saja. Maka dari itu harus diwaspadai semua," ujarnya.

Karena itu, pengungkapan kasus tidak dapat hanya dilihat dari besarnya barang bukti yang diamankan. Pemerintah juga menaruh perhatian terhadap kemampuan aparat menelusuri pihak-pihak yang terlibat serta jaringan internasional di balik aktivitas penyelundupan tersebut.

"Yang ingin saya tegaskan pengungkapan ini bukan hanya jumlah barang bukti yang disita, yang jauh lebih penting adalah kemampuan negara mendeteksi, menghentikan, dan membongkar jaringan internasional yang menyelundupkan barang ilegal," kata Djamari.

Pengungkapan jaringan menjadi penting untuk memutus mata rantai kejahatan dari hulu hingga hilir. Penindakan terhadap pengiriman barang saja berpotensi tidak menghentikan aktivitas penyelundupan apabila jaringan pemasok, pengangkut, penyimpan, hingga pihak yang akan mengedarkan barang masih dapat beroperasi.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |