REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musim liburan kenaikan kelas tahun ajaran 2025/2026 akan segera dimulai pada akhir Juni. Namun di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah, orang tua dinilai perlu bijak dalam menganggarkan biaya liburan agar kondisi finansial keluarga tetap terkendali.
Perencana keuangan sekaligus pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Soetikno, mengatakan liburan kenaikan kelas merupakan momen yang sudah lama dinantikan anak-anak setelah menjalani aktivitas belajar selama satu tahun. Agar tetap dapat menikmati liburan bersama buah hati di tengah kondisi ekonomi tak stabil, orang tua perlu membuat perencanaan dan penganggaran dengan matang.
"Kalau memang berniat untuk liburan, berarti perlu dialokasikan dan direncanakan sejak awal. Jangan sampai anggaran liburan membengkak dan akhirnya berpengaruh ke kondisi finansial keluarga. Sesuaikan budget liburan Anda, jangan terlalu memaksakan. Dan sekarang pun banyak sekali pilihan liburan yang terjangkau," kata Mike saat dihubungi Republika, Senin (8/6/2026).
la menjelaskan, keluarga yang sudah menyiapkan dana liburan tetap perlu mengevaluasi ulang apakah dana yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan perjalanan yang direncanakan. Adapun bagi yang belum menyiapkan dana, masih ada waktu untuk menyusun anggaran sesuai kemampuan.
Mike menekankan bahwa sebelum menentukan besaran anggaran, orang tua perlu merinci beberapa hal termasuk tujuan wisata, lama perjalanan, jumlah anggota keluarga yang ikut, serta aktivitas yang akan dilakukan selama liburan. "Besarnya biaya akan dipengaruhi oleh lokasi tujuan, jauh atau dekat, berapa lama menginap, serta berapa banyak tempat wisata atau aktivitas yang ingin dikunjungi. Semakin banyak aktivitas, tentu semakin besar biaya yang harus disiapkan," kata Mike.
Dia menilai liburan bersama keluarga juga dapat menjadi sarana edukasi finansial bagi anak. Orang tua dapat melibatkan anak dalam proses penyusunan anggaran hinhga pengambilan keputusan terkait rencana liburan.
Menurutnya, anak dapat diajak berdiskusi mengenai pilihan destinasi, perkiraan biaya, serta menyesuaikan antara keinginan dan kemampuan keuangan keluarga. Sebagai contoh, jika anak menginginkan destinasi tertentu yang biayanya terlalu tinggi, orang tua dapat menjelaskan kondisi anggaran dan bersama-sama mencari alternatif yang lebih sesuai.
"Dari situ anak akan belajar 'oh ternyata begini yah mengatur uang itu'. Meskipun mungkin kalau anaknya masih kecil belum bisa paham sepenuhnya, tapi lambat laun anak akan mengerti. Tapi kalau anaknya sudah sekolah menengah, mungkin bisa mengerti kenapa pengelolaan uang itu penting saat rupiah melemah seperti sekarang," ujar Mike.

5 hours ago
6













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)

