REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kenaikan harga BBM yang memicu inflasi pada sektor kebutuhan pokok secara langsung memukul daya beli masyarakat, khususnya kelompok mustahik (penerima zakat) dan warga yang berada di garis rentan miskin. Dampak riilnya terjadi eskalasi atau peningkatan permohonan bantuan yang signifikan ke lembaga pengelola zakat.
Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, KH Zainut Tauhid Sa'adi mengungkapkan bahwa permohonan paling tinggi umumnya berpusat pada tiga sektor krusial. Pertama, bantuan pangan langsung untuk menjaga ketahanan pangan harian keluarga. Kedua, pendidikan dan kesehatan masyarakat rentan, mulai kesulitan membayar biaya sekolah atau pengobatan yang tidak tercover jaminan kesehatan.
"Ketiga, modal usaha mikro, banyak pelaku usaha kecil yang modalnya tergerus akibat kenaikan harga bahan baku, sehingga membutuhkan suntikan dana darurat agar usaha mereka tidak gulung tikar," kata Kiai Zainut kepada Republika, Jumat (12/6/2026)
Mengenai peran strategis zakat, infak dan sedekah (ZIS) dalam menghadapi tekanan ekonomi. Kiai Zainut mengatakan, ZIS bukan sekadar instrumen ibadah ritual, melainkan pilar ekonomi syariah yang berfungsi sebagai social safety net (jaring pengaman sosial) yang sangat responsif.
Ia menjelaskan, Baznas memiliki dua skema dalam membagi ZIS. Pertama, penyaluran konsumtif (jangka pendek), berfungsi sebagai pemadam kebakaran untuk memenuhi kebutuhan mendasar (pangan, kesehatan) secara cepat agar masyarakat rentan tidak jatuh ke jurang kemiskinan yang lebih dalam. Kedua, penyaluran produktif (jangka panjang), mentransformasikan dana ZIS menjadi modal kerja, pendampingan usaha, dan sarana produksi guna membangun kemandirian ekonomi umat.
"Sesungguhnya melalui ZIS, kekayaan dari kelompok muzakki (pemberi zakat) langsung mengalir ke sektor riil masyarakat bawah, sehingga menjaga sirkulasi uang tetap berputar di tingkat akar rumput dan mencegah stagnasi ekonomi," ujar Kiai Zainut.
Inovasi Lembaga Menghadapi Tekanan Ekonomi
Menghadapi tantangan ekonomi yang kian menghimpit, lembaga pengelola zakat seperti Baznas terus melakukan transformasi dan inovasi program.
Kiai Zainut mengatakan, di antara yang dilakukan Baznas adalah digitalisasi fast-track dan amil responsive. Mengoptimalkan sistem pengajuan bantuan berbasis digital serta penguatan tim respons darurat (seperti Baznas Tanggap Kemiskinan) untuk memangkas birokrasi. Sehingga bantuan darurat pangan atau kesehatan bisa disalurkan dalam hitungan jam.
"Selanjutnya, penguatan Microfinance Berbasis Komunitas, untuk mengembangkan dan memperluas jaringan unit-unit mikro (seperti Baznas Microfinance Desa atau program serupa) untuk memberikan akses modal tanpa bunga (qardhul hasan) bagi pedagang kecil guna membebaskan mereka dari jeratan rentenir," ujar Kiai Zainut.
Ia menambahkan, ada program Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Dalam program ini, tidak hanya membagikan sembako, tetapi juga membangun ekosistem pangan lokal seperti program lumbung pangan dan pemberdayaan peternak atau petani binaan. Sehingga pasokan kebutuhan pokok untuk mustahik dapat dipenuhi secara mandiri dan dengan harga yang lebih stabil.
Baznas juga melakukan intergrasi data dan sinergi kelembagaan. Melakukan sinkronisasi data kemiskinan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan berkolaborasi erat dengan berbagai pihak (pemerintah, swasta, dan ormas Islam) guna menciptakan program penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi dan tidak tumpang tindih.
"Zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen solutif yang sangat relevan dalam menjawab tantangan inflasi," tegas Kiai Zainut.
Di tengah tekanan ekonomi saat ini, Kiai Zainut menegaskan, Baznas berkomitmen untuk terus berdiri di garis depan menjadi jembatan kepedulian umat demi menjaga harkat, martabat, dan ketahanan ekonomi saudara-saudara yang rentan.

4 hours ago
3
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)














